Tanah Darah yang terkenal di Yerusalem
Kisah Para Rasul 1:19
Memilih Pengganti Yudas
“Dan, hal ini telah diketahui oleh semua orang yang tinggal di Yerusalem sehingga tanah itu dalam bahasa mereka disebut Hakal-Dama, artinya, ‘Tanah Darah’.”Kisah Para Rasul 1:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--.”Kisah Para Rasul 1:19 · TB
Terjemahan Baru
“Semua orang yang tinggal di Yerusalem tahu tentang hal itu. Itu sebabnya dalam bahasa mereka, mereka menamakan tanah itu Akeldama, yang berarti 'Tanah Darah'.)”Kisah Para Rasul 1:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kejadian itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah tersebut dinamai dalam bahasa mereka ‘Hakeldama’, artinya, ‘Ladang Tumpahan Darah’.)”Kisah Para Rasul 1:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it was known unto all the dwellers at Jerusalem; insomuch as that field is called in their proper tongue, Aceldama, that is to say, The field of blood.”Kisah Para Rasul 1:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 1:19?
Ayat ini menjelaskan bahwa Yudas membeli sebidang tanah dengan uang hasil pengkhianatannya, tetapi ia mati dengan cara yang mengerikan: jatuh tertelungkup dan tubuhnya pecah. Tanah itu kemudian dikenal sebagai 'Hakal-Dama' atau 'Tanah Darah', mengingatkan pada kematian tragis dan akibat dari dosa.
Latar belakang
Semua orang di Yerusalem tahu
Petrus menyebut bahwa kematian Yudas dan nama tanah itu sudah diketahui semua orang yang tinggal di Yerusalem — bukan rahasia yang hanya komunitas Kristen tahu. Ini adalah fakta publik yang membuktikan bahwa cerita ini bisa diverifikasi oleh siapapun.
Di mana
Hakal-Dama (Tanah Darah), Yerusalem
Tanah di lembah Hinom, sebelah selatan Yerusalem
Kapan
~30 M
Sebelum Pentakosta
Yang berbicara
Petrus
Menjelaskan latar belakang nama 'Hakal-Dama'
Kepada
120 orang percaya
Komunitas pertama yang mendengar penjelasan Petrus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Ἁκελδαμάχ
Hakal-Dama · Hakeldama
Dari bahasa Aram: hakal = ladang/tanah, dama = darah. 'Tanah Darah' — nama yang dikenal sampai hari ini.
γνωστὸν
diketahui · known
Gnōston = hal yang sudah diketahui umum. Petrus menegaskan ini bukan kisah tersembunyi — ini berita publik.
διαλέκτῳ
bahasa · language
Dialektos = bahasa lokal, dialek. Nama itu disebut dalam bahasa Aram yang dipakai penduduk Yerusalem sehari-hari.
Bahwa nama Aram ini masih dipakai oleh penduduk Yerusalem menunjukkan betapa dalam peristiwa ini membekas dalam ingatan kolektif kota itu.
Tahukah kamu
Hakal-Dama masih bisa dikunjungi hari ini
Lokasi Hakal-Dama dipercaya berada di lereng selatan lembah Hinom (Gehenna), tepat di persimpangan lembah Kidron. Di abad pertengahan, tempat itu digunakan sebagai pemakaman untuk para peziarah asing — persis sesuai dengan fungsi awalnya di Matius 27.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 1:19
Matius 27:8
Matius juga menyebut nama yang sama — konfirmasi dari sumber yang berbeda.
“Sebab itu tanah itu disebut orang Tanah Darah sampai hari ini.”
Yeremia 19:2-4
Lembah Hinom sudah punya konotasi buruk dalam sejarah Israel sebelum peristiwa Yudas.
“...ke Lembah Ben-Hinom... karena mereka meninggalkan Aku dan membuat tempat ini asing.”
Yosua 15:8
Lokasi geografis lembah Hinom yang sudah ada dalam catatan Perjanjian Lama.
“...ke lembah Ben-Hinom... lembah itulah yang menjadi batas daerah Yehuda.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 1:19
✕ Sering dikira
'Hanya orang Kristen yang tahu tentang kematian Yudas.'
✓ Yang sebenarnya
Petrus secara eksplisit berkata ini diketahui semua orang di Yerusalem — bukan cerita internal komunitas.
✕ Sering dikira
'Nama Hakal-Dama dalam bahasa Yunani.'
✓ Yang sebenarnya
Petrus menyebutnya 'dalam bahasa mereka' — yaitu bahasa Aram yang dipakai penduduk Yerusalem, bukan bahasa Yunani.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 1:19
Kematian Yudas menjadi peringatan bahwa dosa selalu membawa kehancuran. Mari kita jauhi segala bentuk pengkhianatan dan serakah, karena Tuhan melihat hati kita.
Tuhan, jauhkanlah aku dari segala ketamakan dan pengkhianatan yang membawa pada kehancuran. Amin.