Yudas kembali membawa 30 keping perak
Matius 27:3
Hari Paling Gelap dalam Sejarah
“Ketika Yudas, yang menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus dijatuhi hukuman, ia merasa menyesal dan mengembalikan 30 keping perak kepada imam-imam kepala dan para tua-tua,”Matius 27:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,”Matius 27:3 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Yudas si pengkhianat itu melihat bahwa Yesus sudah dijatuhi hukuman, ia menyesal. Lalu ia mengembalikan ketiga puluh uang perak itu kepada imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi.”Matius 27:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu Yudas— orang yang sudah menjual Yesus— melihat bahwa Yesus dijatuhi hukuman mati, dia pun menyesali perbuatannya. Dia mengembalikan tiga puluh keping uang perak yang sudah diterimanya itu kepada imam-imam kepala dan para pemimpin Yahudi.”Matius 27:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Judas, which had betrayed him, when he saw that he was condemned, repented himself, and brought again the thirty pieces of silver to the chief priests and elders,”Matius 27:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 27:3?
Yudas, yang telah mengkhianati Yesus, menyesali perbuatannya setelah melihat Yesus dihukum. Dia mengembalikan tiga puluh keping perak kepada imam-imam kepala, mengakui bahwa dia telah berdosa dengan menyerahkan darah yang tidak bersalah. Ini menunjukkan bahwa penyesalan tidak selalu menghasilkan pertobatan yang benar.
Latar belakang
Penyesalan tanpa pertobatan
Yudas melihat bahwa Yesus benar-benar dihukum mati — mungkin ia tidak percaya hal ini akan terjadi. Penyesalannya nyata, tapi ia tidak mencari pengampunan; ia hanya ingin membatalkan transaksinya. Ironisnya, pengampunan tersedia — Petrus yang juga mengkhianati Yesus justru dipulihkan.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Area dalam kompleks Bait Allah tempat imam-imam bertugas
Kapan
~30 M
Sengsara — saat bersamaan Yesus dibawa ke Pilatus
Yang berbicara
Matius (narator)
Murid Yesus, mantan pemungut cukai
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μεταμεληθείς
metamelētheis · repented
menyesal, merasa bersalah atas akibat, bukan pertobatan sejati
παραδιδούς
paradidous · betrayed
yang sedang menyerahkan, bentuk partisip aktif
αἷμα ἀθῷον
haima athōon · innocent blood
darah orang tak bersalah, istilah hukum Perjanjian Lama
Yudas sendiri mengakui 'darah tak bersalah' — terminologi hukum yang berat. Penyesalannya adalah pengakuan kesalahan tanpa pencarian pengampunan.
Tahukah kamu
Kata 'menyesal' yang berbeda dari 'bertobat'
Kata Yunani di sini adalah metamelomai — menyesal atas konsekuensi, bukan metanoia yang berarti perubahan pikiran dan arah hidup. Yudas menyesal, tapi tidak bertobat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:3
Kisah Para Rasul 1:18
Kisah akhir Yudas versi Lukas
“Ia membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah.”
Zakharia 11:12-13
Nubuat 30 keping perak
“Timbangkan upahku...mereka menimbang tiga puluh uang perak sebagai upahku.”
Ulangan 27:25
Hukum tentang darah yang tidak bersalah
“Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh orang yang tidak bersalah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 27:3
✕ Sering dikira
'Yudas akhirnya bertobat dan diselamatkan'
✓ Yang sebenarnya
Penyesalannya (metamelomai) berbeda dari pertobatan (metanoia). Ia tidak mencari pengampunan dari Yesus atau Allah.
✕ Sering dikira
'Yudas tidak tahu Yesus akan mati'
✓ Yang sebenarnya
Ia tahu persis apa konsekuensinya — ia mendapat bayaran untuk menyerahkan Yesus ke pihak yang jelas ingin membunuh-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 27:3
Kita perlu membedakan antara penyesalan duniawi yang hanya berfokus pada akibat dan penyesalan ilahi yang membawa kepada pertobatan sejati, yang mengubah hati dan membawa kepada Allah.
Ya Bapa, ampuni aku ketika aku berbuat salah, dan ubahlah penyesalanku menjadi pertobatan yang sungguh, agar aku tidak larut dalam keputusasaan tetapi berbalik kepada-Mu. Amin.