Perjamuan makan di rumah Simon
Matius 26:6
Malam Paling Berat dalam Sejarah
“Sekarang, ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si Kusta,”Matius 26:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,”Matius 26:6 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon yang dahulu menderita penyakit kulit yang mengerikan,”Matius 26:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu Yesus dan kami murid-murid-Nya berada di kampung Betania dan sedang makan di rumah Simon yang juga disebut Si Borok, seorang perempuan datang membawa sebotol minyak wangi yang sangat mahal. Botol itu terbuat dari batu berwarna putih. Dia mendekati meja di mana Yesus makan dan menuangkan minyak itu ke atas kepala-Nya. Melihat hal itu, kami menjadi marah dan berkata, “Itu pemborosan besar!”Matius 26:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now when Jesus was in Bethany, in the house of Simon the leper,”Matius 26:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 26:6?
Yesus berada di Betania, di rumah Simon si Kusta. Di sinilah Dia diurapi oleh seorang perempuan dengan minyak yang sangat mahal. Kisah ini menunjukkan bahwa Yesus beristirahat dan menghargai tindakan kasih seorang perempuan di tengah rencana jahat para pemimpin agama.
Latar belakang
Makan malam di pinggiran Yerusalem
Yesus menginap di Betania selama pekan terakhir-Nya. Simon si Kusta adalah sosok menarik — nama 'si Kusta' kemungkinan julukan dari penyakit yang pernah dideritanya sebelum disembuhkan. Makan malam ini adalah momen relaksasi yang tiba-tiba menjadi sangat dramatis.
Di mana
Betania
Di rumah Simon si Kusta · desa kecil 3 km timur Yerusalem
Kapan
~30 M
Dua hari sebelum Paskah
Yang berbicara
Narator (Matius)
mantan pemungut cukai, saksi sejarah pelayanan Yesus
Kepada
Pembaca Injil Matius
komunitas percaya abad pertama, banyak berlatar Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Βηθανίᾳ
Bēthania · Betania
Nama Ibrani 'Beit Anya' — artinya 'rumah menderita' atau 'rumah kurma', desa di lereng Bukit Zaitun
Σίμωνος τοῦ λεπροῦ
Simōnos tou leprou · Simon si Kusta
'Lepros' = orang yang punya penyakit kulit — julukan ini menunjukkan identitas sebelumnya, kemungkinan sudah sembuh
οἰκίᾳ
oikia · rumah
Rumah pribadi — tidak ada acara publik, ini perjamuan dalam lingkaran dekat
Simon yang pernah 'lepros' kini menjadi tuan rumah Yesus — ironi yang indah. Orang yang dulu diasingkan dari masyarakat kini mengundang Guru ke mejanya. Kisah pemulihan selalu ada di balik detail kecil.
Tahukah kamu
Betania adalah markas Yesus di Yerusalem
Lazarus, Maria, dan Marta — sahabat dekat Yesus — juga tinggal di Betania. Yesus tidak menginap di kota Yerusalem yang ramai dan berbahaya, tapi di desa kecil yang aman ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 26:6
Yohanes 12:1-2
konteks perjamuan di Betania
“Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan makan untuk Dia.”
Lukas 7:36
pengurapan dalam konteks makan
“Seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan bersama-sama dengan dia. Yesus pergi ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.”
Lukas 10:38-39
Yesus diundang ke rumah di Betania
“Dalam perjalanan-Nya Yesus masuk ke sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 26:6
✕ Sering dikira
Simon si Kusta masih menderita penyakit saat makan malam ini.
✓ Yang sebenarnya
Nama 'si Kusta' kemungkinan julukan — kenyataannya orang kusta tidak boleh masuk ke pemukiman, jadi Simon kemungkinan sudah sembuh saat ini.
✕ Sering dikira
Kejadian di Betania ini sama persis dengan kisah pengurapan di Lukas 7.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kejadian berbeda — Lukas 7 terjadi di Galilea lebih awal, dengan perempuan berdosa yang tidak disebutkan namanya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 26:6
Saat kita sibuk atau dalam tekanan, luangkan waktu untuk mendoakan dan menghargai momen berharga bersama Tuhan dan sesama.
Tuhan, mampukan aku untuk melihat kesempatan berbuat baik dan mengasihi-Mu dengan tulus, seperti perempuan itu. Amin.