Makan malam di rumah orang Farisi
Lukas 7:36
Perempuan yang Menuang Cinta
“Pada suatu kali, ada seseorang dari golongan Farisi yang mengundang Yesus untuk makan bersama-Nya. Yesus pergi ke rumah orang Farisi itu dan duduk makan.”Lukas 7:36 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.”Lukas 7:36 · TB
Terjemahan Baru
“Seorang Farisi, bernama Simon, mengundang Yesus makan. Yesus pergi ke rumahnya dan duduk makan.”Lukas 7:36 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu seorang Farisi bernama Simon mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus pun pergi ke sana dan menempati meja makan yang disediakan bagi-Nya.”Lukas 7:36 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And one of the Pharisees desired him that he would eat with him. And he went into the Pharisee’s house, and sat down to meat.”Lukas 7:36 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 7:36?
Yesus diundang oleh seorang Farisi yang bernama Simon untuk makan di rumahnya. Ini menunjukkan bahwa Yesus tidak menolak untuk bergaul dengan semua orang, termasuk para Farisi, dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar tentang kasih-Nya.
Latar belakang
Undangan dari orang yang tidak yakin
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan — ini tidak biasa. Kaum Farisi umumnya kritis terhadap Yesus. Mungkin Simon penasaran, mungkin ingin menguji, mungkin sungguh-sungguh tertarik. Apapun motivasinya, Yesus menerima undangan dan pergi — konsisten dengan reputasi-Nya yang suka makan bersama banyak kalangan.
Di mana
Sebuah kota di Galilea
Rumah makan seorang Farisi, ruang makan bersama tamu berbaring
Kapan
~28 M
Pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Lukas (narator)
dokter dan sejarawan, penulis Injil ini
Kepada
Teofilus dan pembaca umum
orang-orang yang ingin tahu siapa Yesus sebenarnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἠρώτα
ērōta · mengundang
Erōtaō — meminta dengan sopan. Sama seperti kata 'bertanya'. Ini undangan, bukan perintah.
τῶν Φαρισαίων
tōn Pharisaiōn · golongan Farisi
Kaum Farisi — gerakan religio-politik yang sangat disiplin dalam menaati Taurat dan tradisi lisan.
κατεκλίθη
kateklithē · duduk makan
Berbaring di meja makan — posisi makan khas Yunani-Romawi, bukan duduk di kursi seperti sekarang.
Yesus menerima undangan dari orang Farisi yang (mungkin) kritis — karena Ia datang untuk semua orang, bukan hanya mereka yang sudah setuju dengan-Nya. Ini konsisten dengan karakter-Nya.
Tahukah kamu
Makan malam Romawi yang terbuka
Di dunia Romawi, perjamuan makan sering bersifat semi-publik. Orang luar bisa duduk di tepi ruangan dan menyaksikan sambil mendengarkan percakapan. Ini menjelaskan mengapa perempuan itu bisa masuk — bukan menerobos masuk, tapi memanfaatkan kebiasaan tamu-tak-diundang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 7:36
Lukas 11:37
Yesus makan dengan Farisi lain
“Ketika Yesus sedang berbicara, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan.”
Lukas 14:1
pola makan Yesus dengan kaum Farisi
“Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah seorang pemimpin Farisi untuk makan.”
Lukas 5:30
kaum Farisi umumnya kritis pada pergaulan Yesus
“Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 7:36
✕ Sering dikira
Orang Farisi ini mengundang Yesus untuk menjebak-Nya
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada indikasi jebakan di ayat ini — Simon mungkin penasaran atau bahkan simpati. Bahwa ia kemudian berpikir negatif (ayat 39) baru terungkap setelah perempuan itu datang.
✕ Sering dikira
Yesus tidak seharusnya makan bersama orang yang mungkin tidak bersahabat
✓ Yang sebenarnya
Justru Yesus konsisten makan bersama berbagai kalangan — ini bagian dari strategi dan karakter pelayanan-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 7:36
Kita juga dipanggil untuk bersedia bergaul dengan berbagai kalangan, tanpa pilih kasih. Tuhan Yesus menunjukkan keteladanan dalam menjangkau orang-orang yang mungkin tidak sepaham dengan kita, dengan tujuan memberkati mereka.
Tuhan, berikan kami hati yang mau membangun hubungan dengan orang lain, termasuk mereka yang berbeda pandangan, agar kami dapat menjadi saluran kasih-Mu. Amin.