Minyak wangi dicurahkan di atas kepala Yesus
Matius 26:7
Malam Paling Berat dalam Sejarah
“seorang perempuan datang kepada-Nya dengan sebotol guci pualam kecil berisi minyak wangi yang sangat mahal, dan perempuan itu menyiramkannya ke atas kepala Yesus ketika Dia sedang duduk makan.”Matius 26:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.”Matius 26:7 · TB
Terjemahan Baru
“seorang wanita datang kepada Yesus. Ia membawa sebuah botol pualam, berisi minyak wangi yang mahal. Pada waktu Yesus sedang duduk makan, wanita itu menuang minyak wangi itu ke atas kepala Yesus.”Matius 26:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(26:6)”Matius 26:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“There came unto him a woman having an alabaster box of very precious ointment, and poured it on his head, as he sat at meat.”Matius 26:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 26:7?
Di Betania, saat Yesus makan di rumah Simon si kusta, seorang perempuan datang membawa minyak wangi sangat mahal dalam guci pualam dan menuangkannya ke kepala Yesus. Tindakan ini adalah ungkapan penghormatan dan kasih yang luar biasa, yang dilakukan dengan penuh keberanian di depan umum.
Latar belakang
Tindakan berani seorang perempuan
Perempuan ini masuk ke ruang makan yang dipenuhi laki-laki dan melakukan sesuatu yang sangat mencolok: mencurahkan minyak wangi mahal ke kepala Yesus di depan semua orang. Di zaman itu, mencurahkan minyak di kepala seseorang adalah tindakan penghormatan tertinggi — seperti pengurapan raja.
Di mana
Betania — rumah Simon
Di ruang makan saat perjamuan berlangsung
Kapan
~30 M
Dua hari sebelum Paskah
Yang berbicara
Narator (Matius)
mantan pemungut cukai, saksi sejarah pelayanan Yesus
Kepada
Pembaca Injil Matius
komunitas percaya abad pertama, banyak berlatar Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀλάβαστρον
alabastron · guci pualam
Botol kecil dari batu alabaster — wadah mewah untuk minyak berharga, biasanya disegel dan dipecahkan untuk dibuka
μύρου
myrou · minyak wangi
'Myron' = minyak wangi aromatik mahal — bisa jadi narwastu dari India, yang harganya sangat tinggi
κατέχεεν
katecheen · menyiramkan
Mencurahkan habis dari atas — bukan dioles sedikit tapi dituangkan seluruhnya
'Alabastron' yang dipecahkan dan 'myron' yang dicurahkan habis — tidak ada yang disimpan. Ini adalah gambaran pengorbanan total yang kontras tajam dengan para murid yang segera akan menghitung rugi.
Tahukah kamu
Harga yang setara setahun gaji
Yohanes 12:5 menyebut harga minyak narwastu ini 300 dinar — setara upah seorang pekerja selama hampir setahun penuh. Ini bukan pemberian kecil; ini hampir seluruh tabungan seseorang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 26:7
Yohanes 12:3
detail pengurapan oleh perempuan
“Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah.”
Mazmur 23:5
pengurapan kepala sebagai kehormatan
“Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”
Keluaran 30:23-25
minyak urapan dalam tradisi suci
“Ambillah rempah-rempah yang terbaik: mur tetesan... dan buatlah dari bahan-bahan itu minyak urapan yang kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 26:7
✕ Sering dikira
Perempuan ini tidak tahu apa yang dia lakukan — dia hanya berekspresi emosional.
✓ Yang sebenarnya
Yesus sendiri menafsirkan tindakannya sebagai persiapan penguburan — ada makna profetis di tindakan yang tampak impulsif ini.
✕ Sering dikira
Mencurahkan minyak ke kepala adalah kebiasaan umum meja makan.
✓ Yang sebenarnya
Mencurahkan seluruh botol minyak seharga setahun gaji ke kepala seseorang di depan umum adalah tindakan yang sangat tidak biasa dan dramatis.
Renungan
Renungan Singkat Matius 26:7
Perempuan ini memberi yang terbaik untuk Yesus tanpa memikirkan harga atau pendapat orang lain. Kita pun bisa menghormati Yesus dengan memberikan waktu, talenta, atau harta terbaik kita, meski mungkin dianggap berlebihan oleh orang lain.
Tuhan Yesus, ajari aku untuk memberikan yang terbaik bagi-Mu dengan tulus, tanpa takut akan penilaian orang lain. Amin.