Pengurapan untuk penguburan Yesus
Matius 26:12
Malam Paling Berat dalam Sejarah
“Ketika perempuan ini menyiramkan minyak wangi ke tubuh-Ku, ia melakukannya untuk mempersiapkan penguburan-Ku.”Matius 26:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.”Matius 26:12 · TB
Terjemahan Baru
“Dengan menuang minyak wangi itu ke atas badan-Ku, ia mempersiapkan Aku untuk penguburan-Ku.”Matius 26:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebenarnya dengan meminyaki kepala-Ku, dia sudah mempersiapkan tubuh-Ku untuk dikuburkan.”Matius 26:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For in that she hath poured this ointment on my body, she did it for my burial.”Matius 26:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 26:12?
Yesus menafsirkan tindakan perempuan itu sebagai persiapan untuk penguburan-Nya. Dengan menuangkan minyak wangi ke tubuh Yesus, perempuan itu secara simbolis mempersiapkan Yesus untuk kematian-Nya yang akan segera terjadi. Ini menunjukkan bahwa perempuan itu, secara tidak sadar, melakukan tindakan yang bermakna rohani.
Latar belakang
Yesus mengungkap makna tersembunyi
Tidak ada dalam kisah ini yang menyebut perempuan itu bermaksud mempersiapkan penguburan. Mungkin itu adalah dorongan kasih murni. Tapi Yesus mengidentifikasi dimensi profetis dari tindakannya — dia secara tidak sadar mengurapi Yesus untuk kematian-Nya, seperti jenazah diurapi sebelum dikuburkan.
Di mana
Betania — rumah Simon
Di ruang makan, Yesus memberikan penafsiran
Kapan
~30 M
Dua hari sebelum Paskah
Yang berbicara
Yesus
rabi dari Galilea, ~33 tahun, menafsirkan makna tindakan perempuan itu
Kepada
Murid-murid
pengikut yang tidak mengerti makna profetis pengurapan ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
βαλοῦσα
balousa · menyiramkan
Menuangkan/mencurahkan dengan gerakan — kata yang menggambarkan tindakan tuntas dan penuh
τοῦ σώματός μου
tou sōmatos mou · tubuh-Ku
'Sōma' = tubuh fisik — Yesus berbicara tentang tubuh-Nya yang akan segera mati dan dikuburkan
ἐνταφιασμόν
entaphiasmon · penguburan
Persiapan untuk pemakaman — kata teknis untuk upacara penguburan jenazah dalam tradisi Yahudi
'Entaphiasmon' adalah kata teknis pemakaman. Yesus berbicara sangat eksplisit tentang kematian-Nya — bukan kiasan. Perempuan ini tanpa sadar melakukan ritual pemakaman untuk orang yang masih hidup di depannya.
Tahukah kamu
Penguburan tanpa upacara lengkap
Dalam tradisi Yahudi, jenazah diurapi minyak wangi sebelum dimakamkan. Setelah penyaliban, waktu sangat terbatas sehingga perempuan-perempuan pergi ke kubur dengan minyak wangi — dan kubur sudah kosong. Pengurapan di Betania ini mungkin satu-satunya yang Yesus terima.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 26:12
Yohanes 19:39-40
penguburan Yesus yang sesungguhnya
“Nikodemus datang juga membawa campuran mur dengan gaharu, kira-kira seratus kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah.”
Markus 16:1
perempuan bawa minyak ke kubur
“Setelah hari Sabat lewat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, dan Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.”
Lukas 23:56
persiapan penguburan yang terlambat
“Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 26:12
✕ Sering dikira
Perempuan ini sengaja melakukan upacara penguburan karena tahu Yesus akan mati.
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada tanda dia tahu konteks itu — Yesus yang menafsirkan tindakannya sebagai persiapan penguburan, bukan dia sendiri.
✕ Sering dikira
Penguburan Yesus berlangsung dengan ritual minyak yang lengkap.
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — karena waktu mendesak, penguburan berlangsung tergesa. Pengurapan di Betania ini mungkin satu-satunya yang Dia terima sebelum kematian-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 26:12
Tuhan bisa memakai tindakan kita yang sederhana untuk tujuan yang besar, melebihi apa yang kita sadari. Lakukanlah setiap kebaikan dengan setia, karena Tuhan dapat menggunakannya untuk rencana-Nya yang indah, sekalipun kita tidak mengerti saat itu.
Ya Bapa, pakailah setiap perbuatan baikku untuk kemuliaan-Mu, bahkan ketika aku tidak memahami sepenuhnya maksud-Mu. Amin.