Hamba lebih banyak diutus lagi dan dilakukan hal yang sama
Matius 21:36
Perumpamaan Penyewa Kebun Anggur
“Sekali lagi, pemilik kebun itu menyuruh hamba-hambanya yang lain, yang lebih banyak daripada sebelumnya. Dan, para petani itu melakukan hal yang sama terhadap mereka.”Matius 21:36 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.”Matius 21:36 · TB
Terjemahan Baru
“Tuan tanah itu mengirim lagi pelayan-pelayan lain, lebih banyak dari yang pertama kalinya. Tetapi mereka diperlakukan dengan cara yang sama.”Matius 21:36 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pemilik kebun itu menyuruh sekelompok hamba lain, lebih banyak daripada yang pertama. Tetapi para petani itu memperlakukan mereka dengan cara yang sama.”Matius 21:36 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Again, he sent other servants more than the first: and they did unto them likewise.”Matius 21:36 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 21:36?
Tuan kebun itu mengirim lebih banyak hamba lagi, tetapi para petani memperlakukan mereka sama buruknya. Ini menunjukkan kesabaran Allah yang berkali-kali mengirim nabi-nabi, namun umat tetap tidak mau bertobat.
Latar belakang
Kesabaran yang melampaui logika manusia
Setelah gelombang pertama hamba diserang, pemilik tidak langsung mengirim pasukan. Dia justru mengirim lebih banyak hamba lagi — dan hasilnya sama saja. Dari perspektif manusia, ini terlihat bodoh. Tapi dari perspektif Allah, ini adalah gambaran kesabaran yang luar biasa dan keinginan sungguh-sungguh untuk memberikan kesempatan lebih banyak.
Di mana
Dalam perumpamaan: kebun anggur
Pengiriman gelombang kedua utusan yang juga mengalami kekerasan
Kapan
~30 M
Minggu Sengsara — hari Selasa
Yang berbicara
Yesus (narator dalam perumpamaan)
Menunjukkan kesabaran pemilik yang luar biasa
Kepada
Para pendengar di Bait Allah
Yang melihat kesabaran ini sebagai gambaran kesabaran Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἄλλους δούλους
allous doulous · other servants
Hamba-hamba yang lain — penggantian yang menunjukkan ketekunan pemilik
πλείονας τῶν πρώτων
pleionas tōn prōtōn · more than the first
Lebih banyak dari yang pertama — eskalasi upaya
ἐποίησαν αὐτοῖς ὡσαύτως
epoiēsan autois hōsautōs · did the same to them
Melakukan hal yang sama kepada mereka
Kata 'pleionas' (lebih banyak) menunjukkan bahwa pemilik menginvestasikan lebih, bukan menyerah. Tapi 'hōsautōs' (hal yang sama) menunjukkan pola penolakan yang tidak berubah — siklus yang membuat momen pengiriman anak semakin penuh tegangan.
Tahukah kamu
Angka dan pola dalam perumpamaan Yesus
Pola pengiriman hamba dua kali sebelum akhirnya mengirim anak adalah struktur naratif khas cerita rakyat Yahudi. Ini membangun ketegangan dan membuat momen pengiriman anak menjadi puncak yang dramatis. Pendengar sudah bisa merasakan ke mana cerita ini menuju.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 21:36
Amos 4:6-11
Allah yang terus memberi kesempatan tapi ditolak berulang
“Aku memberi kamu ini dan itu... namun kamu tidak berbalik kepada-Ku”
Yeremia 25:4
Pola pengiriman nabi yang berulang
“TUHAN mengutus kepadamu semua hamba-Nya, para nabi, sejak dulu kala... tapi kamu tidak mendengarkan”
Roma 2:4
Kesabaran Allah bukanlah ketidakpedulian
“Kesabaran Allah... dimaksudkan untuk memimpinmu pada pertobatan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 21:36
✕ Sering dikira
Pemilik kebun adalah orang bodoh yang tidak belajar dari kegagalan pertama
✓ Yang sebenarnya
Dalam alegori ini, 'kebodohan' pemilik adalah kesabaran dan kemurahan ilahi yang melampaui logika manusia
✕ Sering dikira
Ini menunjukkan Allah tidak punya rencana yang baik
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — Allah terus memberi kesempatan, menunjukkan keinginan kuat untuk rekonsiliasi, bukan kesalahan strategi
Renungan
Renungan Singkat Matius 21:36
Allah itu sabar dan memberi banyak kesempatan untuk berbalik kepada-Nya. Apakah kita menghargai kesabaran-Nya dengan bertobat, atau justru menyalahgunakannya dan terus hidup dalam dosa?
Ya Bapa, terima kasih atas kesabaran-Mu yang besar. Tolong kami untuk tidak mengabaikan panggilan-Mu, tetapi segera bertobat dan berbuah bagi-Mu. Amin.