Murid-Murid Bertanya: Mengapa Kami Gagal?
Matius 17:19
Anak yang Kerasukan Disembuhkan
“Kemudian para murid datang kepada Yesus, ketika mereka sendirian dengan-Nya dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh jahat itu?””Matius 17:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"”Matius 17:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian pengikut-pengikut Yesus datang kepada-Nya secara tersendiri dan bertanya kepada-Nya, "Pak, apa sebab kami tidak dapat mengusir roh jahat itu?"”Matius 17:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian kami murid-murid-Nya datang kepada Yesus secara tersendiri dan bertanya, “Kenapa kami tidak bisa mengusir setan tadi?””Matius 17:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then came the disciples to Jesus apart, and said, Why could not we cast him out?”Matius 17:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 17:19?
Murid-murid bertanya mengapa mereka tidak bisa mengusir roh jahat itu. Yesus menjelaskan bahwa kegagalan mereka disebabkan oleh iman yang kecil. Iman sebesar biji sesawi saja, yang sangat kecil, sudah cukup untuk melakukan hal yang mustahil, seperti memindahkan gunung.
Latar belakang
Pertanyaan yang membutuhkan keberanian
Murid-murid tidak bertanya di depan kerumunan — mereka menunggu sampai sendirian dengan Yesus. Pertanyaan 'mengapa kami tidak bisa?' adalah pertanyaan murid yang serius, bukan penghinaan diri. Mereka ingin belajar dari kegagalan mereka.
Di mana
Tempat yang sepi di sekitar kaki gunung
Murid-murid bertanya kepada Yesus secara pribadi, jauh dari kerumunan
Kapan
~29 M
Setelah penyembuhan anak yang kerasukan
Yang berbicara
Murid-murid Yesus
Para murid yang kebingungan setelah gagal mengusir roh jahat
Kepada
Yesus
Baru saja berhasil menyembuhkan anak itu dengan mudah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κατ' ἰδίαν
sendirian/secara pribadi · privately
Sama dengan frasa di ayat 1 — ruang privat antara Yesus dan murid-Nya untuk percakapan yang lebih dalam
διατί
mengapa · why
Pertanyaan kausalitas — mereka tidak menerima kegagalan begitu saja, mereka ingin memahami penyebabnya
ἐκβαλεῖν
mengusir · cast out
Ekballō — melempar keluar dengan paksa, bukan mengusir dengan halus — kata yang kuat untuk exorcism
Pertanyaan para murid adalah sikap murid yang baik: tidak menyerah pada kegagalan tapi mencari pemahaman dari guru mereka.
Tahukah kamu
Mereka sudah pernah berhasil
Paradoksnya, murid-murid pernah berhasil mengusir roh jahat sebelumnya (Lukas 10:17 — 'tujuh puluh murid kembali dengan gembira, katanya: Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu'). Kegagalan kali ini pasti terasa sangat membingungkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 17:19
Lukas 10:17
Kontras: mereka pernah berhasil — kegagalan kali ini pasti membingungkan
“Ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: 'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.'”
Markus 9:28
Versi Markus menyebut mereka bertanya di dalam rumah — privasi yang sama
“Setelah Yesus masuk ke dalam rumah, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya empat mata.”
Matius 13:36
Pola serupa: murid-murid menunggu sendirian untuk bertanya lebih dalam
“Yesus masuk ke dalam rumah ... dan murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: 'Jelaskanlah kepada kami perumpamaan lalang.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 17:19
✕ Sering dikira
Murid-murid bertanya untuk mencari-cari alasan atas kegagalan mereka
✓ Yang sebenarnya
Mereka bertanya dengan tulus untuk belajar — dan Yesus merespons dengan jawaban yang membangun, bukan teguran
✕ Sering dikira
Kegagalan ini berarti para murid kehilangan kuasa yang sudah diberikan Yesus
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak mencabut kuasa mereka — masalahnya ada pada kondisi iman mereka, bukan pada hilangnya kuasa
Renungan
Renungan Singkat Matius 17:19
Sering kali kita meragukan kuasa Tuhan karena masalah terlihat besar. Mulailah dengan iman sekecil apa pun, karena Tuhan mampu melakukan perkara besar melalui iman yang sederhana.
Tuhan, kuatkan imanku meskipun hanya sebesar biji sesawi, supaya aku percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Amin.