Jangan cabut — nanti gandum pun ikut rusak
Matius 13:29
Kerajaan Surga dalam Perumpamaan
“Akan tetapi, tuan itu berkata, ‘Jangan! Sebab, ketika kamu mengumpulkan lalang-lalang itu, jangan-jangan kamu juga mencabut gandum itu bersamanya.”Matius 13:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.”Matius 13:29 · TB
Terjemahan Baru
“'Tidak,' jawabnya, 'sebab kalau alang-alang itu dicabut, nanti gandumnya turut tercabut.”Matius 13:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Dia menjawab, ‘Tidak usah. Kalau kalian mencabutnya, pasti ada gandum-gandum yang ikut tercabut.”Matius 13:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But he said, Nay; lest while ye gather up the tares, ye root up also the wheat with them.”Matius 13:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 13:29?
Pemilik ladang mencegah hambanya mencabut lalang karena khawatir gandum ikut tercabut. Ini mengajarkan bahwa penghakiman yang terburu-buru bisa merusak orang yang benar. Lebih baik menunggu sampai waktu panen yang tepat.
Latar belakang
Alasan di balik keputusan untuk menunggu
Tuan memberikan alasan yang sangat konkret: kalau mencabut lalang sekarang, gandum yang ikut dicabut tidak bisa tumbuh lagi. Dalam skala yang lebih besar, ini mengajarkan bahwa pemisahan prematur bisa merugikan lebih dari manfaatnya. Kesabaran Tuhan bukan kelalaian — tapi strategi yang mempertimbangkan keselamatan mereka yang berharga.
Di mana
Ladang di Palestina (konteks cerita)
Ladang gandum yang berisi lalang
Kapan
~28–29 M
Puncak pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Pemilik ladang (dalam cerita)
gambaran Yesus sebagai Tuan yang bijak dan sabar
Kepada
Hamba-hamba pemilik ladang
pekerja yang mau mencabut lalang sekarang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Οὔ
Ou · jangan
Tidak! — penolakan tegas dan tanpa syarat.
μήποτε
mepote · jangan-jangan
Supaya tidak — mengungkapkan kekhawatiran tentang konsekuensi yang tidak diinginkan.
ἅμα αὐτοῖς
hama autois · bersamanya
Bersama mereka — lalang dan gandum akarnya sudah saling terhubung sehingga tidak bisa dipisahkan tanpa kerusakan.
Larangan tegas (Ou) karena kekhawatiran (mepote) bahwa gandum ikut tercabut bersama (hama autois) lalang — keputusan sabar yang mempertimbangkan konsekuensi.
Tahukah kamu
Kesabaran Tuhan berkaitan dengan waktu pertobatan
2 Petrus 3:9 menjelaskan mengapa Tuhan tidak langsung membinasakan kejahatan: 'Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya... Ia sabar terhadap kamu karena Ia tidak mau seorangpun binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.' Penundaan panen adalah bentuk belas kasihan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 13:29
2 Petrus 3:9
kesabaran Tuhan adalah strategi belas kasihan
“Ia sabar terhadap kamu karena Ia tidak mau seorangpun binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”
Roma 2:4
kesabaran Tuhan sebagai undangan bertobat
“tidak tahukah engkau bahwa kemurahan Allah menuntun engkau kepada pertobatan?”
Habakuk 1:2-3
pertanyaan manusia tentang kejahatan yang dibiarkan
“Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak minta tolong, tetapi tidak Kaudengar... mengapa Engkau membiarkan penindasan?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 13:29
✕ Sering dikira
'Tuhan membiarkan kejahatan karena Dia tidak peduli atau tidak mampu menghentikannya'
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menunggu dengan alasan yang jelas: ada orang yang masih bisa diselamatkan dan butuh waktu. Penundaan itu bukan kelemahan tapi strategi belas kasihan.
✕ Sering dikira
'Kita harus diam saja terhadap semua kejahatan di sekitar kita'
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan ini berbicara tentang penghakiman final Tuhan, bukan tentang respons manusia terhadap ketidakadilan. Mencari keadilan dalam konteks sosial adalah hal yang berbeda.
Renungan
Renungan Singkat Matius 13:29
Saat kita melihat kesalahan orang lain, ingatlah bahwa kita tidak tahu semua hal. Bersikaplah hati-hati dalam menilai, karena bisa saja kita merusak sesuatu yang baik. Serahkan penghakiman kepada Tuhan.
Tuhan, beri aku kerendahan hati untuk tidak cepat menghakimi sesama, dan percaya bahwa Engkau yang akan menghakimi dengan adil pada waktu yang tepat. Amin.