Musuh yang melakukannya — dan jawabannya menunggu
Matius 13:28
Kerajaan Surga dalam Perumpamaan
“Ia berkata kepada mereka, ‘Seorang musuh telah melakukannya.’ Lalu, hamba-hamba itu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau mau kami pergi dan mengumpulkannya?’”Matius 13:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?”Matius 13:28 · TB
Terjemahan Baru
“Petani itu menjawab, 'Itu perbuatan musuh.' Lalu orang-orang gajian petani itu bertanya lagi, 'Tuan mau kami pergi mencabut alang-alang itu?'”Matius 13:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Dia menjawab, ‘Pasti musuhku yang sudah melakukan itu.’“Para hambanya bertanya lagi, ‘Apakah Tuan mau supaya kami mencabut lalang-lalang itu?’”Matius 13:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He said unto them, An enemy hath done this. The servants said unto him, Wilt thou then that we go and gather them up?”Matius 13:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 13:28?
Pemilik ladang menjelaskan bahwa musuh yang menabur lalang, dan para hamba menawarkan diri untuk mencabutnya. Ini menggambarkan keinginan kita untuk segera memberantas kejahatan, tetapi Tuhan terkadang meminta kita untuk bersabar.
Latar belakang
Jawaban yang mengejutkan: biarkan dulu
Hamba-hamba menawarkan solusi yang logis — cabut sekarang. Tapi tuan mereka menolak. Alasannya praktis sekaligus bermakna dalam: mencabut lalang sekarang berisiko ikut mencabut gandum. Lebih baik tunggu sampai panen, ketika keduanya sudah sepenuhnya matang dan mudah dibedakan.
Di mana
Ladang di Palestina (konteks cerita)
Ladang gandum yang berisi lalang
Kapan
~28–29 M
Puncak pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Pemilik ladang (dalam cerita)
gambaran Yesus sebagai Tuan yang punya rencana besar
Kepada
Hamba-hamba pemilik ladang
pekerja yang menunggu instruksi tentang lalang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐχθρὸς ἄνθρωπος
echthros anthropos · seorang musuh
Seorang manusia musuh — kata anthropos menekankan ini bukan bencana alam tapi tindakan dari pihak yang berniat jahat.
θέλεις οὖν
theleis oun · apakah engkau mau
Apakah ini kehendakmu — hamba-hamba menghormati otoritas tuan dan tidak bertindak sendiri.
συλλέξωμεν
syllexomen · mengumpulkannya
Mengumpulkan bersama-sama — mau memisahkan semuanya dari ladang sekarang.
Hamba-hamba menghormati tuan (theleis oun) dan siap bertindak (syllexomen) — model pelayan yang tidak mengambil keputusan sendiri tapi menunggu arahan dari yang punya otoritas.
Tahukah kamu
Akar lalang dan gandum memang saling terjalin
Secara agrikultural, akar darnel dan gandum memang tumbuh saling melilit satu sama lain. Mencabut darnel pada tahap pertengahan pertumbuhan hampir pasti akan merusak akar gandum di sekitarnya. Petani berpengalaman tahu ini — biarkan sampai panen adalah keputusan yang benar-benar masuk akal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 13:28
Roma 12:19
pembalasan bukan hak manusia tapi milik Tuhan
“Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah”
Matius 7:1
larangan menghakimi yang berkaitan dengan memisahkan gandum-lalang
“Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi”
1 Korintus 4:5
penghakiman pada waktunya, bukan sekarang
“janganlah menghakimi sebelum waktunya... Tuhan yang akan menerangi yang tersembunyi dalam kegelapan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 13:28
✕ Sering dikira
'Tuan melarang mencabut lalang berarti gereja harus menerima semua perilaku dosa tanpa koreksi'
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan ini berbicara tentang pemisahan final oleh Tuhan di akhir zaman, bukan tentang tidak adanya disiplin gereja. Konteks yang berbeda memerlukan respons yang berbeda.
✕ Sering dikira
'Orang jahat tidak boleh dihukum di dunia ini karena perumpamaan ini'
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan ini berbicara tentang penghakiman akhir, bukan tentang hukum dan ketertiban di dunia sekarang. Konteks etika sosial berada di luar cakupan perumpamaan ini.
Renungan
Renungan Singkat Matius 13:28
Jangan terburu-buru ingin membasmi semua kejahatan dengan cara kita sendiri. Terkadang Tuhan punya cara dan waktu yang berbeda. Belajarlah untuk bertanya pada Tuhan sebelum bertindak.
Ya Tuhan, ajari aku untuk tidak bertindak gegabah dalam menghadapi kejahatan. Beri aku kesabaran dan hikmat untuk menunggu petunjuk-Mu. Amin.