Larangan menghakimi sesama
Matius 7:1
Hidup yang Selaras dengan Kerajaan Surga
““Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi.”Matius 7:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”Matius 7:1 · TB
Terjemahan Baru
“"Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah.”Matius 7:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Janganlah menjadikan dirimu hakim atas kesalahan orang lain, supaya Allah tidak menghakimi kamu kalau kamu juga melakukan kesalahan yang sama kepada orang lain.”Matius 7:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Judge not, that ye be not judged.”Matius 7:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 7:1?
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain dengan sikap menghakimi yang keras dan sombong, karena ukuran yang kita pakai untuk menghakimi akan dipakai juga untuk kita. Ini bukan berarti kita tidak boleh menilai, tetapi kita harus rendah hati dan mengakui bahwa kita juga punya kekurangan.
Latar belakang
Jangan jadi hakim kehidupan orang lain
Yesus menutup bagian etika Khotbah di Bukit dengan peringatan tajam: jangan mengambil posisi hakim atas sesama. Di budaya Yahudi abad pertama, menghakimi orang lain di muka umum adalah cara menjaga gengsi komunitas. Yesus membaliknya — standar yang kamu pakai untuk orang lain akan digunakan Allah untuk menghakimimu juga.
Di mana
Bukit Beatitudes, Galilea
Lereng bukit menghadap Danau Kinneret, pagi hari
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit — bagian etika relasi
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Galilea, usia ~30 tahun, sedang berkhotbah
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Kerumunan di lereng bukit dekat Danau Galilea
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κρίνετε
krinete · judge
Menghakimi secara terus-menerus — bentuk present tense menunjukkan kebiasaan, bukan tindakan sesekali.
κριθῆτε
krithēte · judged
Dihakimi oleh Allah — passive voice menandakan Allah sebagai hakim, bukan manusia lain.
κρίματι
krimati · judgment
Standar atau ukuran penghakiman — bisa berarti hukuman maupun kriteria penilaian.
Ketiga kata ini dari akar yang sama: krino. Yesus bermain dengan echoes bahasa untuk menegaskan bahwa standar yang kamu gunakan bersifat bumerang — apa yang kamu lemparkan ke orang lain akan kembali kepadamu.
Tahukah kamu
Prinsip lex talionis dalam penghakiman
Konsep 'ukuran yang sama' (measure for measure) adalah prinsip hukum Yahudi kuno yang disebut middah k'neged middah. Yesus memakai prinsip yang sudah familiar itu untuk memperingatkan: cara kamu menilai orang lain adalah cara Allah akan menilai kamu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 7:1
Roma 2:1
standar penghakiman berbalik
“Karena itu, hai manusia, siapapun kamu yang menghakimi orang lain, kamu tidak ada pembelaan, karena dalam hal yang sama kamu menghakimi dirimu sendiri.”
Yakobus 4:12
Allah satu-satunya hakim
“Hanya ada satu Pembuat Hukum dan Hakim, yaitu Dia yang dapat menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi sesamamu?”
Lukas 6:37
perintah serupa di Lukas
“Jangan menghakimi, dan kamu tidak akan dihakimi. Jangan mengutuk, dan kamu tidak akan dikutuk.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 7:1
✕ Sering dikira
Yesus melarang kita menilai atau membedakan baik dan buruk sama sekali
✓ Yang sebenarnya
Yang dilarang adalah sikap menghakimi yang menempatkan diri sebagai hakim tertinggi atas orang lain, bukan kemampuan membedakan benar-salah.
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti semua orang tidak boleh diadili, termasuk di pengadilan hukum
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya adalah relasi antar sesama, bukan sistem peradilan — Yesus berbicara soal sikap hati, bukan larangan sistem hukum.
Renungan
Renungan Singkat Matius 7:1
Coba perhatikan apakah ada orang yang sering kamu hakimi dengan keras. Ingatlah bahwa kamu juga tidak sempurna, jadi cobalah untuk lebih mengerti dan menerima kekurangan orang lain.
Tuhan, ajar aku untuk tidak menghakimi sesamaku dengan keras, tetapi untuk memperlakukan mereka dengan kasih dan pengertian. Amin.