Ladang Kerajaan yang disusupi musuh
Matius 13:24
Kerajaan Surga dalam Perumpamaan
“Yesus menyampaikan perumpamaan yang lainnya kepada mereka, kata-Nya, “Kerajaan Surga itu dapat diumpamakan seperti orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.”Matius 13:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.”Matius 13:24 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menceritakan lagi sebuah perumpamaan kepada orang banyak, kata-Nya, "Apabila Allah memerintah, keadaannya seperti perumpamaan ini: Seorang petani menabur benih yang baik di ladangnya.”Matius 13:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan lain. Kata-Nya, “Kerajaan Allah bisa digambarkan seperti seorang pemilik ladang yang menyuruh para hambanya menanam bibit gandum yang baik di ladangnya.”Matius 13:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Another parable put he forth unto them, saying, The kingdom of heaven is likened unto a man which sowed good seed in his field:”Matius 13:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 13:24?
Yesus membandingkan Kerajaan Surga dengan seorang yang menabur benih baik di ladangnya, tetapi musuh menaburkan lalang di antara gandum. Ini menggambarkan bahwa di dunia ini ada orang benar dan orang jahat yang hidup berdampingan sampai akhir zaman.
Latar belakang
Perumpamaan baru: kebaikan dan kejahatan tumbuh berdampingan
Yesus memulai perumpamaan kedua dalam sesi ini. Ini mengangkat pertanyaan yang mungkin banyak dipikirkan: kalau Kerajaan Surga sudah datang, kenapa masih ada begitu banyak kejahatan di dunia? Kenapa orang jahat tampak makmur? Kenapa tidak langsung diberantas saja?
Di mana
Danau Galilea, dekat Kapernaum
Yesus di perahu, orang banyak di pantai
Kapan
~28–29 M
Puncak pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
guru dari Nazaret, menceritakan perumpamaan gandum dan lalang
Kepada
Orang banyak di tepi danau
campuran petani, nelayan, dan warga Galilea
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὡμοιώθη
homoiothe · diumpamakan
Aorist pasif — menjadi seperti, dibandingkan dengan. Yesus tidak berkata Kerajaan adalah ini; Dia berkata Kerajaan seperti ini.
καλὸν σπέρμα
kalon sperma · benih yang baik
Benih yang baik dan berkualitas — kalos mengandung makna kualitas yang baik dari dalam.
τῷ ἀγρῷ αὐτοῦ
to agro autou · ladangnya
Ladangnya sendiri — ini kepemilikan yang jelas. Tuan rumah punya otoritas atas ladangnya.
Kerajaan (homoiothe) benih baik (kalon sperma) di ladang tuan (agro autou) — Kerajaan Surga adalah proyek yang sudah dimulai oleh yang punya otoritas, tapi belum sampai fase panen.
Tahukah kamu
Menaburkan lalang di ladang musuh adalah kejahatan nyata
Dalam hukum Romawi kuno, menaburkan lalang di ladang orang lain dianggap tindakan kriminal yang serius dan ada hukumannya. Ini bukan sekadar tindakan iseng — ini sabotase pertanian yang disengaja dan direncanakan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 13:24
Matius 13:37-39
penjelasan Yesus sendiri tentang perumpamaan ini
“Orang yang menaburkan benih yang baik adalah Anak Manusia, dan ladang itu adalah dunia...”
Yohanes 17:15
murid-murid di tengah dunia tapi terlindungi
“Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau menjaga mereka dari si jahat”
1 Yohanes 2:13-14
konflik antara anak-anak terang dan kegelapan yang dinyatakan
“kamu telah mengalahkan si jahat... kamu telah mengalahkan yang jahat”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 13:24
✕ Sering dikira
'Perumpamaan ini mengajarkan gereja harus bebas dari orang berdosa'
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru menggambarkan bahwa gandum dan lalang tumbuh bersama di dunia ini — pemisahan terjadi di akhir zaman oleh para malaikat, bukan oleh manusia sekarang.
✕ Sering dikira
'Tuan yang menaburkan benih baik itu adalah setiap orang Kristen'
✓ Yang sebenarnya
Yesus sendiri menjelaskan bahwa yang menaburkan benih baik adalah Anak Manusia (Yesus sendiri), bukan orang Kristen pada umumnya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 13:24
Hidup di tengah dunia yang campur aduk memang sulit. Namun, Tuhan memberi kesabaran dan pengharapan bahwa pada saat panen, Dia akan memisahkan yang baik dan yang jahat.
Yesus, ajar aku untuk bersabar dan tetap setia di tengah dunia yang penuh kejahatan, sambil menantikan hari pembalasan-Mu yang adil. Amin.