Cerai dan nikah lagi — Yesus tegas satu kalimat
Lukas 16:18
Uang, Kesetiaan, dan Dunia yang Akan Datang
““Setiap orang yang menceraikan istrinya dan menikahi perempuan lain, ia berbuat zina. Dan, orang yang menikahi perempuan yang diceraikan suaminya, juga berbuat zina.””Lukas 16:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."”Lukas 16:18 · TB
Terjemahan Baru
“Siapa menceraikan istrinya lalu kawin dengan wanita lain, orang itu berzinah. Dan orang yang kawin dengan wanita yang sudah diceraikan, berzinah juga."”Lukas 16:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Setiap suami yang menceraikan istrinya lalu menikah lagi dengan perempuan lain, maka laki-laki itu berzina. Dan laki-laki yang menikahi perempuan yang diceraikan suaminya, dia juga berzina.””Lukas 16:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whosoever putteth away his wife, and marrieth another, committeth adultery: and whosoever marrieth her that is put away from her husband committeth adultery.”Lukas 16:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 16:18?
Ayat ini mengajarkan tentang keseriusan pernikahan. Perceraian dan pernikahan kembali adalah zina, kecuali dalam kasus tertentu (tidak disebut di ayat ini tapi di ayat lain). Ini menekankan kekudusan ikatan pernikahan.
Latar belakang
Satu ayat, topik besar
Ayat tentang perceraian ini muncul tiba-tiba di tengah pasal yang bicara tentang uang. Mengapa? Mungkin Yesus sedang merespons praktik Farisi tertentu yang menceraikan istri karena alasan sepele — termasuk, ironisnya, untuk menikahi perempuan yang lebih kaya. Konteks uang dan perceraian mungkin tidak se-random yang terlihat.
Di mana
Perea atau Galilea
Pengajaran publik yang disambung dari tema keabadian Taurat
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret yang memberikan ajaran tentang perceraian
Kepada
Para pendengar (Farisi dan murid)
kelompok yang mendengar dalam konteks diskusi tentang Taurat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπολύων
apolyōn · divorces
Membebaskan/menceraikan — dari apo (dari) + lyō (melepaskan). Secara harfiah melepaskan ikatan legal pernikahan.
μοιχεύει
moicheuei · commits adultery
Berzina — melanggar janji suci pernikahan. Yesus mengategorikan ulang apa yang sah secara hukum ke dalam kategori etis yang lebih dalam.
ἀπολελυμένην
apolelymeneN · divorced woman
Perempuan yang diceraikan — korban dari sistem yang tidak adil. Yesus dengan tegas membela posisi perempuan yang rentan.
Yesus menggunakan kata-kata yang sudah familiar (cerai, menikah, zina) tapi meredefenisi batas etisnya. Ini bukan serangan terhadap hukum Musa — ini membaca maksud terdalam Taurat tentang kesucian pernikahan.
Tahukah kamu
Perceraian di abad pertama sangat mudah bagi laki-laki
Hukum Yahudi (berdasarkan Ulangan 24) memungkinkan suami menceraikan istri dengan surat cerai atas 'sesuatu yang tidak menyenangkan' — yang ditafsirkan berbeda oleh mazhab Hillel (sangat longgar) dan Shammai (ketat). Perempuan hampir tidak punya hak cerai.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 16:18
Matius 19:6
pengajaran Yesus tentang pernikahan
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Maleakhi 2:16
sikap Allah terhadap perceraian
“Sebab Aku membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel.”
Markus 10:11-12
paralel di Markus
“Barang siapa menceraikan istrinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah terhadap istrinya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 16:18
✕ Sering dikira
Yesus melarang perceraian dalam semua situasi tanpa pengecualian
✓ Yang sebenarnya
Matius 19:9 mencatat Yesus menambahkan pengecualian untuk zina. Lukas merekam versi yang disingkat. Konteks lengkap harus dibaca dengan paralel sinoptik.
✕ Sering dikira
Ayat ini mengizinkan pernikahan kedua asalkan yang pertama sudah cerai secara sah
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru mempertanyakan asumsi ini — sah secara hukum tidak selalu benar secara etis di mata Allah. Ini yang menjadi inti perdebatan sepanjang sejarah gereja.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 16:18
Pernikahan adalah komitmen suci. Mari kita jaga pernikahan kita dengan setia, dan bagi yang belum menikah, pikirkan serius tentang komitmen ini. Hormatilah pernikahan sebagai hadiah dari Allah.
Tuhan, mampukan aku untuk menghormati pernikahan sebagaimana Engkau menghormatinya, dan bimbing aku dalam setiap hubungan agar sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.