Edom Hancur dan Dihukum
Maleakhi 1:4
Tuhan Mengasihi Israel, Menghukum Edom
“Apabila Edom berkata, ‘Kami telah hancur, tetapi kami akan kembali dan membangun reruntuhan itu,’ inilah firman TUHAN semesta alam, ‘Mereka akan membangun, tetapi Aku akan meruntuhkannya. Mereka akan menyebutnya wilayah kejahatan dan bangsa yang TUHAN murkai sampai selama-lamanya.’”Maleakhi 1:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila Edom berkata: "Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu," maka beginilah firman TUHAN semesta alam: "Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya."”Maleakhi 1:4 · TB
Terjemahan Baru
“Andaikata keturunan Esau, orang-orang Edom itu berkata, "Kota-kota kami sudah dihancurkan, tapi kami akan membangunnya kembali," maka TUHAN akan menjawab, "Mereka boleh membangun kembali, tetapi Aku akan merobohkannya. Mereka akan disebut 'Negeri durhaka' dan 'Bangsa yang kena murka TUHAN untuk selama-lamanya.'"”Maleakhi 1:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, dengan sombong orang Edom berkata, ‘Walaupun negeri kami sudah menjadi reruntuhan, kami akan membangunnya kembali.’”“Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Biarpun mereka membangunnya kembali, Aku akan menghancurkannya lagi, sehingga bangsa-bangsa lain pun menjuluki Edom sebagai ‘negeri orang jahat’ atau ‘bangsa yang dimurkai TUHAN selamanya.’”Maleakhi 1:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whereas Edom saith, We are impoverished, but we will return and build the desolate places; thus saith the LORD of hosts, They shall build, but I will throw down; and they shall call them, The border of wickedness, and, The people against whom the LORD hath indignation for ever.”Maleakhi 1:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 1:4?
Meskipun Edom berusaha membangun kembali reruntuhan mereka, Tuhan akan meruntuhkannya lagi. Mereka akan disebut 'wilayah kejahatan' dan 'bangsa yang dimurkai TUHAN' karena menentang Dia.
Latar belakang
Edom Berjanji Membangun Kembali, tapi Tuhan Meruntuhkan
Edom, keturunan Esau, telah dihancurkan oleh Tuhan. Mereka berpikir bisa membangun kembali reruntuhan mereka, tetapi Tuhan menyatakan bahwa Dia akan meruntuhkan apa pun yang mereka bangun. Ini menjadi tanda penghakiman yang permanen atas Edom, sementara Israel tetap dikasihi.
Di mana
Yerusalem
Wilayah Yehuda, sekitar Bait Suci
Kapan
~430 SM
Zaman Perjanjian Lama, Setelah Pembuangan
Yang berbicara
Maleakhi
Nabi TUHAN, ~430 SM
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang kembali dari pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · membangun
Mendirikan atau meninggikan bangunan, melambangkan pemulihan.
הָרַס
haras · meruntuhkan
Menghancurkan, merobohkan sampai rata.
זָעַם
za'am · murka
Murka atau kemarahan yang diungkapkan secara tegas.
Kombinasi 'banah' dan 'haras' menunjukkan kuasa Tuhan yang berdaulat: apa yang Dia robohkan, tidak ada yang bisa membangun kembali. Kata 'za'am' menegaskan murka-Nya yang terus-menerus terhadap kejahatan.
Tahukah kamu
Edom: Reruntuhan yang Menjadi Padang Gurun
Wilayah Edom kini dikenal sebagai Petra di Yordania, yang justru menjadi situs arkeologi yang ditinggalkan. Hal ini memperkuat bayangan nubuatan tentang kehancuran yang permanen.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:4
Yehezkiel 25:13
Nubuat kehancuran Edom
“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena Edom ... Aku akan ... membuatnya menjadi reruntuhan.”
Obaja 1:10
Dosa Edom
“Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub...”
Yeremia 49:20
Pembalasan permanen
“Sesungguhnya, Edom akan menjadi kengerian, setiap orang yang lewat akan bersuit-suit.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:4
✕ Sering dikira
Menganggap ini berlaku untuk semua orang yang terpuruk: Tuhan selalu menghancurkan mereka.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah penghakiman spesifik atas Edom karena dosa terhadap Israel; bukan pernyataan umum.
✕ Sering dikira
Merasa Tuhan mudah murka dan dendam terhadap bangsa tertentu.
✓ Yang sebenarnya
Murka Tuhan selalu adil dan terkait dengan kesetiaan perjanjian, bukan sembarang kebencian.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 1:4
Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Jangan membangun hidup kita di atas fondasi yang bertentangan dengan kehendak Allah, karena itu sia-sia. Mari membangun kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Ya Tuhan, tolong aku untuk membangun hidupku di atas batu karang firman-Mu, bukan di atas pasir keinginanku sendiri. Bimbing aku dalam setiap rencana dan usahaku. Amin.