Persembahan Cacat Ditolak
Maleakhi 1:13
Kasih TUHAN dan Ibadah yang Hina
“Kamu berkata, ‘Lihat, alangkah susahnya!’ Lalu, kamu mendengus atasnya. TUHAN semesta alam berfirman, ‘Dan, kamu membawa hewan rampasan, hewan yang timpang, dan hewan yang sakit sebagai persembahan. Apakah Aku harus menerimanya dari tanganmu?’ TUHAN berfirman.”Maleakhi 1:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai Maleakhi 1.14–2.3 4 persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.”Maleakhi 1:13 · TB
Terjemahan Baru
“Katamu, 'Kita sudah bosan dengan semua itu', dan kamu meremehkan Aku. Kamu membawa binatang curian, binatang yang lumpuh atau yang sakit untuk dipersembahkan kepada-Ku. Kamu pikir Aku mau menerima persembahanmu itu?”Maleakhi 1:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalian juga meremehkan Aku dengan berkata, ‘Peraturan ibadah ini hanya merepotkan saja.’ Lalu kalian mempersembahkan bagi-Ku hewan yang pincang, yang sakit, atau hasil rampasan. Jangan berpikir Aku akan menerima persembahan seperti itu!”Maleakhi 1:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Ye said also, Behold, what a weariness is it! and ye have snuffed at it, saith the LORD of hosts; and ye brought that which was torn, and the lame, and the sick; thus ye brought an offering: should I accept this of your hand? saith the LORD.”Maleakhi 1:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 1:13?
Maleakhi 1:13 menunjukkan sikap para imam yang memandang ibadah sebagai beban dan mempersembahkan hewan cacat. Allah menegur mereka karena meremehkan meja Tuhan dan menganggap ibadah itu susah. Ayat ini menekankan bahwa Allah menolak persembahan yang setengah hati dan tidak layak.
Latar belakang
Korban yang tidak layak
Umat Israel menganggap ibadah sebagai beban, mereka membawa hewan yang cacat atau sakit sebagai persembahan kepada Tuhan. Maleakhi menegur sikap ini yang menunjukkan penghinaan terhadap meja TUHAN.
Di mana
Yerusalem
Di bait suci, setelah pembuangan
Kapan
~430 SM
Setelah pembuangan, masa Persia
Yang berbicara
Maleakhi
Nabi terakhir Perjanjian Lama, menyuarakan firman TUHAN
Kepada
Para imam dan bangsa Israel
Imam-imam yang melayani di bait suci, dan umat yang mempersembahkan korban
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַה־לָּאָה
mah-la'ah · susahnya
menunjukkan kelelahan, bosan, atau beban
גָּזוּל
gazul · rampasan
dirampas, diambil secara paksa
רָצָה
ratsah · menerima
berkenan, menyenangkan hati
Kata-kata ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan enggan dan memberikan yang tercuri/cacat adalah kebalikan dari ibadah yang menyenangkan hati Tuhan. Tuhan tidak menerima persembahan yang tidak tulus dan tidak layak.
Tahukah kamu
Hewan rampasan
Hewan rampasan berarti hewan yang diambil dari hasil jarahan perang, yang tidak layak dipersembahkan karena cacat atau diambil secara tidak sah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:13
Imamat 22:20
Larangan korban cacat
“Segala yang cacat janganlah kamu persembahkan, karena itu tidak akan menyenangkan TUHAN.”
Ulangan 15:21
Aturan korban
“Tetapi apabila ada cacatnya, ... janganlah engkau mempersembahkannya kepada TUHAN.”
Maleakhi 1:8
Konteks kecaman
“Jika kamu mempersembahkan yang buta sebagai kurban, bukankah itu jahat?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:13
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang persembahan hewan di zaman Perjanjian Lama, tidak relevan bagi kita.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya tetap berlaku: Tuhan menginginkan ibadah yang tulus dan terbaik, bukan yang sisa atau dilakukan dengan terpaksa.
✕ Sering dikira
Tuhan tidak peduli dengan kualitas persembahan, yang penting hati.
✓ Yang sebenarnya
Hati dan tindakan tidak bisa dipisahkan; persembahan yang buruk mencerminkan hati yang tidak menghormati Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 1:13
Apakah kita sering menganggap pelayanan atau ibadah sebagai beban? Mari periksa hati kita: apakah kita memberi yang terbaik bagi Tuhan atau hanya sisa-sisa? Beribadahlah dengan sukacita dan persembahkan yang terbaik sebagai ungkapan kasih kita.
Tuhan, ampunilah aku jika sering menganggap ibadah sebagai beban; ubah hatiku untuk melayani-Mu dengan sukacita dan mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Amin.