Kutukan bagi Penipu
Maleakhi 1:14
Kasih TUHAN dan Ibadah yang Hina
“‘Terkutuklah penipu yang mempunyai seekor yang jantan di antara kawanan dombanya, lalu dia menazarkannya, tetapi mempersembahkan yang cacat kepada TUHAN sebab Akulah Raja Yang Mahabesar,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.’””Maleakhi 1:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.”Maleakhi 1:14 · TB
Terjemahan Baru
“Terkutuklah si penipu yang mempersembahkan kepada-Ku binatang yang tidak berharga, kalau di antara ternaknya ada binatang baik yang sudah dijanjikannya kepada-Ku! Sebab Akulah Raja Agung, dan dihormati oleh semua bangsa."”Maleakhi 1:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Aku Raja tertinggi atas semesta. Aku ditakuti dan dihormati oleh semua bangsa. Maka terkutuklah setiap penipu, yaitu orang-orang yang sudah berjanji mempersembahkan hewan jantannya yang bagus kepada-Ku, tetapi kemudian mempersembahkan yang bercacat.””Maleakhi 1:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But cursed be the deceiver, which hath in his flock a male, and voweth, and sacrificeth unto the LORD a corrupt thing: for I am a great King, saith the LORD of hosts, and my name is dreadful among the heathen.”Maleakhi 1:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 1:14?
Maleakhi 1:14 mengutuk orang yang bernazar memberikan hewan jantan yang baik, tetapi mempersembahkan yang cacat. Allah adalah Raja yang besar dan nama-Nya ditakuti, sehingga persembahan yang tidak layak adalah penghinaan. Ayat ini menekankan bahwa Allah layak mendapat yang terbaik dari kita.
Latar belakang
Penipuan dalam nazar
Ada orang yang bernazar mempersembahkan hewan jantan yang baik, tetapi kemudian menggantinya dengan yang cacat. Tindakan ini menipu Tuhan dan menunjukkan bahwa mereka tidak takut akan nama-Nya yang besar.
Di mana
Yerusalem
Di bait suci, setelah pembuangan
Kapan
~430 SM
Setelah pembuangan, masa Persia
Yang berbicara
Maleakhi
Nabi terakhir Perjanjian Lama, menyuarakan firman TUHAN
Kepada
Para imam dan bangsa Israel
Imam-imam yang melayani di bait suci, dan umat yang mempersembahkan korban
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָרוּר
arur · Terkutuklah
dikucilkan, terkena kutuk
נֹכֵל
nokhel · penipu
orang yang licik, menipu
גָּדוֹל
gadol · Mahabesar
besar, agung, penting
Menipu dalam hal nazar adalah tindakan yang sangat serius karena menyangkut integritas dan penghormatan kepada Tuhan yang Mahabesar. Kata 'terkutuk' menunjukkan konsekuensi yang berat bagi mereka yang berani menipu Tuhan.
Tahukah kamu
Nazar dalam PL
Dalam Imamat 27, jika seseorang bernazar mempersembahkan hewan, ia tidak boleh menukarnya dengan yang lebih buruk; jika melanggar, ia harus membayar denda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:14
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:14
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan mudah murka dan suka mengutuk.
✓ Yang sebenarnya
Kutuk di sini adalah konsekuensi dari pelanggaran perjanjian; Tuhan menginginkan hubungan yang benar, bukan ibadah yang munafik.
✕ Sering dikira
Kita tidak bisa menipu Tuhan karena Dia tahu segalanya, jadi ini hanya kiasan.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan memang tahu segalanya, tetapi kita tetap bisa menipu dalam arti berpura-pura atau memberikan yang tidak terbaik kepada-Nya; ini yang dikecam.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 1:14
Apakah kita pernah berjanji kepada Tuhan tetapi tidak memenuhinya dengan setia? Ingatlah bahwa Allah adalah Raja yang Mahabesar dan layak menerima yang terbaik. Mari jujur dalam nazar dan berikan kepada Tuhan dengan penuh hormat, bukan asal-asalan.
Ya Tuhan, Engkau layak menerima yang terbaik dari hidupku; tolong aku untuk setia memenuhi janjiku dan mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Amin.