Pintu ditutup, api padam
Maleakhi 1:10
Ibadah yang Hampa
“‘Ah, siapakah di antara kamu yang mau menutup pintu sehingga kamu tidak menyalakan api di mazbah-Ku dengan sembarangan! Tidak ada kesukaan bagi-Ku di dalam kamu,’ TUHAN semesta alam berfirman, ‘Aku juga tidak akan menerima persembahan dari tanganmu.’”Maleakhi 1:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.”Maleakhi 1:10 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN Yang Mahakuasa berkata, "Lebih baik pintu Rumah-Ku ditutup, sebab sia-sia kamu menyalakan api di atas mezbah-Ku. Aku tidak suka kepada kamu, dan tak mau menerima persembahanmu.”Maleakhi 1:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Oh, sungguh lebih baik jika ada imam yang menutup rapat halaman pintu rumah-Ku, supaya kalian tidak usah lagi datang membakar kurban yang omong kosong di atas mezbah-Ku. Aku sama sekali tidak berkenan kepadamu dan tidak mau menerima kurbanmu!”Maleakhi 1:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Who is there even among you that would shut the doors for nought? neither do ye kindle fire on mine altar for nought. I have no pleasure in you, saith the LORD of hosts, neither will I accept an offering at your hand.”Maleakhi 1:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 1:10?
Tuhan menyatakan bahwa Dia tidak berkenan kepada para imam dan tidak akan menerima persembahan mereka. Dia bahkan ingin agar pintu Bait Suci ditutup daripada menerima ibadah yang tidak layak. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menghargai ibadah yang tulus lebih dari sekadar ritual yang asal-asalan.
Latar belakang
Tuhan lelah dengan ibadah yang cemar
Para imam mempersembahkan kurban yang cacat dan buta, serta menghina meja Tuhan. Tuhan menyindir mereka yang mau menutup pintu Bait Allah, agar tidak ada lagi api yang menyala di mezbah dengan sembarangan.
Di mana
Yerusalem
Di Bait Allah, kira-kira 430 SM
Kapan
~430 SM
Periode Persia
Yang berbicara
Tuhan (TUHAN semesta alam)
Allah Israel, berbicara melalui nabi Maleakhi
Kepada
Para imam
Para pemimpin ibadah di Bait Allah, lalai dalam tugas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
סָגַר
sagar · menutup
Menutup atau mengunci, menghentikan akses
אור
or · menyalakan
Menerangi atau membakar, mengacu pada api di mezbah
חִנָּם
khinnam · sembarangan
Dengan sia-sia, tanpa alasan yang benar
Tuhan lebih suka tidak ada ibadah daripada ibadah yang asal-asalan. Kata 'sembarangan' (khinnam) juga berarti 'dengan cuma-cuma' — persembahan yang tidak tulus.
Tahukah kamu
Pintu yang mana?
Menutup pintu Bait Allah mungkin merujuk pada upaya menghentikan persembahan yang tidak layak, atau melambangkan bahwa persembahan yang palsu lebih baik dihentikan daripada diteruskan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:10
1 Samuel 15:22
Ketaatan lebih utama
“Apakah TUHAN senang kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN?”
Matius 9:13
Hati bukan ritual
“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan.”
Amsal 21:27
Korban jahat keji
“Korban orang fasik itu kekejian, apalagi dipersembahkan dengan maksud jahat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:10
✕ Sering dikira
Tuhan benar-benar ingin pintu Bait Allah ditutup selamanya.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah hiperbola untuk menghentikan ibadah yang tidak layak, bukan perintah literal.
✕ Sering dikira
Api di mezbah boleh dipadamkan.
✓ Yang sebenarnya
Api di mezbah harus tetap menyala (Imamat 6:13); Tuhan menyindir ibadah yang sembarangan.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 1:10
Jangan sampai kita menjalankan ibadah hanya sebagai formalitas. Tuhan lebih suka kita tidak beribadah daripada beribadah dengan hati yang jauh dari Dia. Mari perbarui motivasi kita dalam beribadah.
Tuhan, tolong aku untuk beribadah dengan tulus dan layak, bukan sekadar ritual. Amin.