Samuel menantang kurban Saul
1 Samuel 15:22
Ketaatan Lebih Baik dari Kurban
PerikopDosa Saul · 1 Samuel 15:10-35 →“Samuel menjawab, “Apakah TUHAN lebih berkenan terhadap kurban bakaran dan kurban sembelihan daripada mendengar suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan, dan mendengarkan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan.”1 Samuel 15:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”1 Samuel 15:22 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Samuel berkata, "Manakah yang lebih disukai TUHAN, ketaatan atau kurban persembahan? Taat kepada TUHAN lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Patuh lebih baik daripada lemak domba.”1 Samuel 15:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Samuel berkata,“Manakah yang membuat TUHAN senang?— kurban yang dibakar habis dan kurban sembelihan lainnya, atau ketaatan? Sesungguhnya ketaatan itu jauh lebih baik daripada persembahan. Mendengarkan dengan penuh perhatian jauh lebih baik daripada persembahan lemak domba jantan.”1 Samuel 15:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Samuel said, Hath the LORD as great delight in burnt offerings and sacrifices, as in obeying the voice of the LORD? Behold, to obey is better than sacrifice, and to hearken than the fat of rams.”1 Samuel 15:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 15:22?
Samuel menegaskan bahwa ketaatan kepada Tuhan lebih baik daripada persembahan. Tuhan tidak menginginkan ritual tanpa ketaatan hati. Mendengarkan suara Tuhan dan melakukan kehendak-Nya adalah yang terutama, bukan sekadar upacara keagamaan.
Latar belakang
Samuel mempertanyakan kurban Saul
Saul mengklaim telah menaati Tuhan, tetapi Samuel mendengar suara ternak yang seharusnya dimusnahkan. Samuel menegaskan bahwa Tuhan lebih menghargai ketaatan daripada persembahan.
Di mana
Gilgal
Di hadapan Saul dan rakyat, setelah Saul kembali dari Amalek
Kapan
~1020 SM
Zaman Hakim-hakim / Awal Kerajaan
Yang berbicara
Samuel
Nabi terakhir Israel, menuakan Saul, setia pada Tuhan.
Kepada
Saul
Raja pertama Israel, gagal menaati perintah Tuhan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַע
shama · mendengarkan
Mendengar dengan perhatian dan menaati.
זֶבַח
zevakh · kurban sembelihan
Korban hewan yang disembelih dan dipersembahkan.
חֵלֶב
chelev · lemak
Lemak hewan, bagian terbaik yang dipersembahkan kepada Tuhan.
Kata 'shama' (mendengarkan) mencakup tindakan menaati, bukan sekadar mendengar suara. Samuel menegaskan bahwa ketaatan lebih berharga daripada ritual kurban yang terbaik sekalipun.
Tahukah kamu
Lemak domba jantan
Dalam sistem kurban Israel, lemak adalah bagian yang khusus dibakar bagi Tuhan, simbol yang berharga. Samuel berkata bahwa ketaatan lebih baik dari lemak itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 15:22
Hosea 6:6
Tema serupa: kasih > ritual
“Sebab Aku menyukai kasih setia, bukan korban sembelihan, dan pengenalan akan Allah, bukan kurban bakaran.”
Ulangan 11:13
Dengar = taat, bukan ritual
“Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan... mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati.”
Yehezkiel 33:11
Tuhan lebih suka pertobatan
“Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 15:22
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti kita tidak perlu beribadah atau memberi persembahan.
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya adalah ibadah yang dilakukan tanpa ketaatan; Tuhan menekankan hati yang taat.
✕ Sering dikira
Tuhan menolak semua kurban hewan secara permanen.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menetapkan sistem kurban, tapi Ia menolak ibadah munafik yang tidak disertai ketaatan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 15:22
Apa pun pelayanan atau persembahan kita, jika tidak disertai ketaatan, itu sia-sia. Prioritaskan hubungan yang taat dengan Tuhan daripada sekadar aktivitas rohani.
Tuhan, ajari aku untuk lebih mengutamakan ketaatan daripada sekadar persembahan. Ubah hatiku agar selalu rindu mendengarkan dan melakukan firman-Mu. Amin.