Kurban dengan maksud jahat
Amsal 21:27
Hikmat tentang Hati, Kesombongan, dan Maut
“Kurban sembelihan orang fasik adalah sebuah kekejian, terlebih lagi kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.”Amsal 21:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.”Amsal 21:27 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN tidak senang dengan persembahan orang durhaka, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud yang tercela.”Amsal 21:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“TUHAN jijik melihat kurban dari orang yang jahat, apalagi jika dipersembahkan dengan maksud jahat.”Amsal 21:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The sacrifice of the wicked is abomination: how much more, when he bringeth it with a wicked mind?”Amsal 21:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amsal 21:27?
Amsal 21:27 menegaskan bahwa persembahan orang fasik pun adalah kekejian bagi Tuhan, apalagi jika dipersembahkan dengan motivasi jahat. Ini menunjukkan bahwa Tuhan lebih melihat hati daripada ritual ibadah.
Latar belakang
Persembahan yang memuakkan
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan menilai motivasi di balik setiap persembahan. Orang fasik yang membawa kurban tanpa pertobatan adalah kekejian; terlebih lagi jika ia melakukannya dengan niat jahat, maka itu menjadi lebih buruk.
Di mana
Yerusalem
Bait Suci atau tempat ibadah
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis Amsal
Sang raja atau orang bijak, kuno
Kepada
Pembaca muda
Orang yang haus hikmat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
זֶבַח
zevakh · kurban
korban sembelihan, persembahan berupa hewan
תּוֹעֵבָה
to'evah · kekejian
sesuatu yang menjijikkan, menjijikkan bagi Tuhan
זִמָּה
zimmah · maksud jahat
niat jahat, rencana bejat, kelaliman
Ketika ibadah lahir dari hati yang tidak benar, apa pun yang dipersembahkan justru menjadi bau busuk di hadapan Tuhan. Kata 'maksud jahat' menyiratkan niat tersembunyi yang merusak, sehingga persembahan kehilangan maknanya.
Tahukah kamu
Istilah 'kekejian' dipakai untuk dosa berat
Dalam Perjanjian Lama, kata 'kekejian' sering dipakai untuk penyembahan berhala atau praktik yang sangat dibenci Tuhan, menunjukkan bahwa persembahan palsu memiliki bobot dosa yang serius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 21:27
1 Samuel 15:22
Obedience over sacrifice
“Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban; memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba jantan.”
Amsal 15:8
Parallel thought
“Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur adalah kesenangan-Nya.”
Yesaya 1:13
God rejects empty worship
“Jangan lagi membawa persembahan yang tidak berguna; dupa adalah kekejian bagi-Ku. Bulan baru dan hari Sabat, pertemuan raya, Aku tidak tahan; penipuan dan perayaan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amsal 21:27
✕ Sering dikira
Menganggap semua kurban dari orang berdosa pasti tidak diterima.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menerima orang berdosa yang bertobat; yang ditolak adalah mereka yang terus hidup dalam dosa tanpa penyesalan.
✕ Sering dikira
Berarti kita tidak perlu beribadah jika hati belum sempurna.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mengajarkan integritas, bukan alasan untuk tidak beribadah; kita dipanggil untuk memeriksa hati dan bertekun dalam pertobatan.
Renungan
Renungan Singkat Amsal 21:27
Sebelum beribadah atau memberi, periksalah motivasimu. Apakah kamu datang dengan tulus atau karena ingin dipuji? Tuhan menginginkan hati yang bersih, bukan sekadar persembahan lahiriah.
Tuhan, murnikan motifku dalam beribadah dan memberi. Tolong aku untuk datang kepada-Mu dengan tulus. Amin.