Makan siang di rumah orang Farisi
Lukas 11:37
Doa, Kuasa, dan Celaka bagi yang Munafik
“Setelah Yesus selesai berbicara, seorang Farisi mengundang-Nya untuk makan. Dia pun datang, lalu duduk dan makan.”Lukas 11:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.”Lukas 11:37 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah Yesus selesai berbicara, seorang Farisi mengundang Dia makan di rumahnya. Maka Yesus pergi makan di situ.”Lukas 11:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah Yesus menyampaikan ajaran-Nya, seorang Farisi mengundang Dia makan di rumahnya. Lalu Yesus masuk ke rumah orang itu dan makan bersamanya serta orang-orang Farisi yang lain dan beberapa ahli Taurat.”Lukas 11:37 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And as he spake, a certain Pharisee besought him to dine with him: and he went in, and sat down to meat.”Lukas 11:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 11:37?
Yesus menerima undangan makan dari seorang Farisi, menunjukkan bahwa Dia bersedia bergaul dengan semua orang, termasuk mereka yang mungkin kritis terhadap-Nya. Ini mengajarkan kita untuk tidak menghindari orang yang berbeda pandangan, tetapi tetap membuka diri untuk berdialog dan berbagi kasih.
Latar belakang
Undangan yang menyimpan harapan tersembunyi
Orang Farisi mengundang Yesus makan — ini bukan kekerasan. Farisi adalah kelompok yang menghargai diskusi dan debat. Undangan makan adalah konteks normal untuk bertukar pikiran. Tapi adanya tuduhan Beelzebul di latar belakang, undangan ini kemungkinan bukan murni keramahan. Ada agenda: memperhatikan Yesus lebih dekat, mencari cara mendiskreditkan.
Di mana
Rumah orang Farisi, kemungkinan di Yudea
Ruang makan dalam rumah orang Farisi
Kapan
~29 M
Perjalanan menuju Yerusalem
Yang berbicara
Lukas (narrator)
Lukas mencatat peristiwa undangan makan yang berujung ketegangan
Kepada
Orang Farisi dan Yesus
Farisi yang mengundang; Yesus yang menerima undangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐρωτᾷ
erōta · mengundang
Meminta/mengundang dengan hormat — bukan perintah, tapi ajakan yang sopan yang sulit ditolak.
ἀνέπεσεν
anepesen · duduk dan makan
Bersandar untuk makan — cara makan khas Romawi dan Yahudi kelas atas: berbaring di atas dipan, bukan duduk di kursi.
ἐν τῷ λαλῆσαι
en tō lalēsai · selesai berbicara
Sementara berbicara/setelah berbicara — Yesus menerima undangan di tengah atau segera setelah pengajaran.
Transisi dari pengajaran publik ke makan pribadi di rumah Farisi ini mengatur panggung bagi konfrontasi yang lebih personal dan langsung tentang hidup beragama yang munafik.
Tahukah kamu
Farisi bukan monolitik
Farisi bukan kelompok yang seragam. Ada Farisi yang sungguh-sungguh penasaran dengan Yesus (seperti Nikodemus di Yohanes 3) dan ada yang secara aktif memusuhi-Nya. Mengundang makan bisa jadi tindakan tulus atau strategis. Lukas tidak selalu memberi motivasi yang jelas, membiarkan pembaca menilai dari konteks.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 11:37
Lukas 7:36
pola undangan Farisi kepada Yesus
“Seorang Farisi mengundang Yesus makan bersama-sama dengan dia”
Lukas 14:1
konteks makan di rumah pemimpin agama
“Pada suatu hari Sabat Yesus pergi ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi”
Yohanes 3:1-2
Farisi yang sungguh-sungguh mencari Yesus
“Seorang Farisi bernama Nikodemus... ia datang pada waktu malam kepada Yesus”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 11:37
✕ Sering dikira
Orang Farisi ini jelas bermaksud jahat sejak awal
✓ Yang sebenarnya
Lukas tidak memberi motivasi yang pasti. Bisa jadi campuran: curiosity, agenda pengawasan, atau bahkan keramahan tulus. Yang penting adalah apa yang terjadi saat makan.
✕ Sering dikira
Menerima undangan dari kelompok yang tidak setuju adalah kompromi iman
✓ Yang sebenarnya
Yesus menerima undangan ini dan juga undangan dari pemungut cukai dan orang berdosa. Ia tidak membatasi diri hanya bergaul dengan yang sependapat.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 11:37
Jangan memilih-milih teman atau rekan hanya karena mereka berbeda keyakinan atau status sosial. Yesus saja mau makan bersama orang Farisi, kita pun bisa belajar menerima dan menghargai orang lain apa adanya.
Tuhan, ajari aku untuk membuka hati kepada siapa pun yang Engkau pertemukan denganku, tanpa memandang perbedaan, dan jadikan setiap pertemuan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih-Mu. Amin.