Para Pemimpin yang Menyerahkan-Nya
Lukas 24:20
Di Jalan ke Emaus
“Akan tetapi, imam-imam kepala dan para pemimpin kami menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka menyalibkan-Nya.”Lukas 24:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.”Lukas 24:20 · TB
Terjemahan Baru
“Imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin bangsa kita menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka menyalibkan Dia!”Lukas 24:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi imam-imam kepala dan para anggota Mahkamah Agama kami sudah menyerahkan dia kepada penguasa Romawi untuk dihukum mati, lalu dia disalibkan.”Lukas 24:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And how the chief priests and our rulers delivered him to be condemned to death, and have crucified him.”Lukas 24:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 24:20?
Kleopas dan temannya menceritakan bagaimana imam-imam kepala dan pemimpin Israel menyerahkan Yesus untuk dihukum mati dan disalibkan. Ini menggambarkan penolakan resmi terhadap Yesus oleh otoritas agama dan politik, dan menjadi bagian dari penderitaan yang harus Dia alami.
Latar belakang
Para murid menceritakan kematian Yesus kepada Yesus
Ironi kisah ini makin dalam: dua murid menceritakan bagaimana imam-imam kepala menyerahkan Yesus untuk dihukum mati kepada Yesus sendiri. Mereka bahkan menyebut penyaliban. Yesus mendengar semua ini dengan sabar sebelum merespons.
Di mana
Jalan menuju Emaus
Percakapan dalam perjalanan, menceritakan peristiwa penyaliban
Kapan
~30 M
Dua murid menjelaskan kematian Yesus
Yang berbicara
Kleopas dan murid lain
Dua pengikut Yesus yang menceritakan tragedi yang mereka saksikan
Kepada
Yesus (yang tidak dikenali)
Mendengarkan mereka menceritakan kematian-Nya sendiri
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παρέδωκαν
menyerahkan · handed over
Kata yang sama dengan 'menyerahkan' dalam perjanjian — tindakan pengkhianatan dan pelimpahan kuasa
κρίμα
hukuman mati · condemned
Vonis legal, bukan sekadar eksekusi spontan — ada proses pengadilan di baliknya
ἐσταύρωσαν
menyalibkan · crucified
Hukuman paling merendahkan di Kekaisaran Romawi, diperuntukkan bagi penjahat kelas bawah
Mereka menyebut 'menyerahkan' dan 'menyalibkan' — dua kata yang merangkum pengkhianatan dari dalam dan kekerasan dari luar. Yesus mendengar kisah penderitaan-Nya sendiri tanpa menginterupsi.
Tahukah kamu
Hukuman mati yang memalukan
Penyaliban adalah hukuman yang paling merendahkan dalam dunia Romawi — khusus untuk budak, penjahat berat, dan pemberontak. Bagi seorang Yahudi, 'terkutuk adalah orang yang digantung di pohon' (Ulangan 21:23). Kematian Yesus di kayu salib menanggung aib sosial dan kutukan religius sekaligus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 24:20
Lukas 22:66-71
Proses pengadilan yang berakhir pada keputusan untuk menyerahkan Yesus
“Ketika hari sudah siang, Majelis tua-tua bangsa itu, imam-imam kepala, dan ahli Taurat berkumpul dan membawa Yesus ke depan Mahkamah Agama mereka.”
Kisah Para Rasul 2:23
Penyerahan Yesus dalam rencana Allah sekaligus tindakan manusia
“Orang ini diserahkan kepada kamu sesuai dengan rencana dan penetapan Allah yang telah ditentukan sebelumnya, dan kamu telah menyalibkan dan membunuh Dia.”
Yesaya 53:6
Gambar 'penyerahan' dalam nubuatan Hamba Tuhan
“Dan Tuhan telah meletakkan ke atasnya kejahatan kita semua.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 24:20
✕ Sering dikira
Imam-imam kepala bertindak di luar rencana Allah dalam menyerahkan Yesus
✓ Yang sebenarnya
Kisah Para Rasul 2:23 menegaskan ini sesuai rencana Allah yang ditetapkan sebelumnya, meski tindakan manusianya tetap bersalah
✕ Sering dikira
Kleopas menyalahkan semua orang Yahudi untuk kematian Yesus
✓ Yang sebenarnya
Dia menyebut 'imam-imam kepala dan para pemimpin kami' secara spesifik, bukan seluruh bangsa
Renungan
Renungan Singkat Lukas 24:20
Penolakan dan kegagalan bisa datang dari orang-orang yang kita hormati. Namun, ingatlah bahwa rencana Allah tidak pernah gagal, meskipun manusia menolak.
Bapa, saat aku menghadapi penolakan, tolong aku untuk tetap percaya pada rencana-Mu yang lebih besar. Amin.