Orang banyak pulang dengan dada dipukul
Lukas 23:48
Hari Penyaliban
“Ketika orang banyak yang datang bersama-sama untuk melihat peristiwa itu menyaksikan apa yang terjadi, mereka pulang sambil memukul-mukul dada mereka.”Lukas 23:48 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.”Lukas 23:48 · TB
Terjemahan Baru
“Orang banyak yang datang di situ untuk menonton, melihat apa yang terjadi. Mereka semua pulang dengan hati yang sangat menyesal.”Lukas 23:48 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah melihat kejadian-kejadian itu, semua orang yang berkumpul menyaksikan penyaliban tadi pulang dengan sangat sedih dan menyesal.”Lukas 23:48 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And all the people that came together to that sight, beholding the things which were done, smote their breasts, and returned.”Lukas 23:48 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 23:48?
Orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu pulang sambil memukul-mukul dada, tanda penyesalan dan dukacita yang mendalam. Mereka menyadari bahwa apa yang terjadi adalah peristiwa yang mengerikan dan mungkin mereka turut bertanggung jawab.
Latar belakang
Tontonan yang mengubah penonton
Orang-orang yang datang untuk 'melihat peristiwa itu' — mungkin banyak yang datang sebagai penonton — pulang dengan memukul-mukul dada mereka. Ini ekspresi duka dan penyesalan yang dalam dalam budaya Yahudi. Mereka tidak pulang dengan senyum atau kepuasan; mereka pulang dengan jiwa yang terguncang.
Di mana
Golgota, Yerusalem
Di antara orang banyak yang mulai meninggalkan tempat eksekusi
Kapan
~30 M
Setelah kematian Yesus
Yang berbicara
Lukas
mencatat respons kolektif orang banyak setelah menyaksikan penyaliban
Kepada
Teofilus
yang perlu melihat efek menyaksikan kematian Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὄχλοι
ochloi · crowds
Orang banyak — jamak yang menunjukkan jumlah yang signifikan, bukan hanya beberapa orang.
θεωρίαν
theōrian · sight
Tontonan, pemandangan — kata yang menggambarkan menyaksikan sesuatu dengan perhatian penuh.
τύπτοντες τὰ στήθη
typtontes ta stēthē · beating their breasts
Memukul-mukul dada — gestur kesedihan dan penyesalan yang dalam, ekspresi duka yang paling kuat.
Orang yang datang sebagai penonton (theōrian — untuk menonton) pulang sebagai orang yang terguncang. Kematian Yesus mengubah penonton menjadi orang yang bergumul.
Tahukah kamu
Memukul dada adalah ekspresi pertobatan dalam Lukas
Dalam Lukas 18:13, pemungut cukai memukul dadanya sambil berdoa mohon ampun. Lukas menggunakan gestur yang sama di sini — bukan kebetulan. Orang banyak ini mungkin pulang dalam kondisi yang secara emosional mirip dengan orang yang bertobat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 23:48
Lukas 18:13
gestur yang sama sebagai ekspresi penyesalan dan pertobatan
“Pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh dan bahkan tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul dadanya dan berkata: 'Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.'”
Yoel 2:12
ratapan sebagai ekspresi pertobatan
“Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, menangis, dan meratap.”
Kisah Para Rasul 2:37
orang yang terguncang setelah mendengar tentang kematian Yesus
“Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu dan mereka berkata kepada Petrus: 'Apa yang harus kami perbuat?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 23:48
✕ Sering dikira
Memukul dada hanya ekspresi kesedihan emosional tanpa makna lebih dalam
✓ Yang sebenarnya
Dalam Lukas, memukul dada adalah gestur pertobatan dan penyesalan — Lukas dengan sengaja menghubungkan gestur ini dengan Lukas 18:13.
✕ Sering dikira
Orang banyak di sini sudah pasti percaya kepada Yesus setelah menyaksikan penyaliban
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mengatakan mereka percaya — mereka terguncang dan pulang dengan duka. Apakah duka itu berakhir dalam pertobatan, kita tidak tahu.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 23:48
Kematian Yesus seharusnya membawa kita pada pertobatan, bukan hanya sekadar pengetahuan intelektual. Biarlah kasih karunia Allah yang ditunjukkan di kayu salib memecahkan hati kita dan mengubahkan cara hidup kita.
Ya Allah, sadarkanlah kami akan dosa kami dan anugerah-Mu yang besar, sehingga kami senantiasa bertobat dan hidup baru bagi-Mu. Amin.