Pemungut pajak memukul dada dan mengaku dosa
Lukas 18:13
Doa, Kerendahan Hati, dan Jalan ke Yerusalem
“Akan tetapi, si pengumpul pajak berdiri agak jauh, bahkan tidak memandang ke langit. Sebaliknya, ia memukul-mukul dadanya sambil berkata, ‘Ya, Allah. Berbelas kasihanlah kepadaku, si pendosa ini.’”Lukas 18:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”Lukas 18:13 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi penagih pajak itu berdiri jauh-jauh dan malahan tidak berani menengadah ke langit. Sambil mengusap dada ia berkata, 'Ya Allah, kasihanilah saya, orang berdosa ini!'"”Lukas 18:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Sementara itu, penagih pajak berdiri agak jauh dari orang-orang lain. Dia tidak berani memandang ke langit seperti kebiasaan orang Yahudi waktu berdoa, tetapi dengan sangat sedih dan menyesal dia menundukkan kepalanya sambil berdoa, ‘Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini!’””Lukas 18:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the publican, standing afar off, would not lift up so much as his eyes unto heaven, but smote upon his breast, saying, God be merciful to me a sinner.”Lukas 18:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 18:13?
Pengumpul pajak ini menunjukkan kerendahan hati yang sejati di hadapan Allah. Ia tidak berani menengadah ke langit, memukul dadanya sebagai tanda penyesalan, dan mengakui dirinya sebagai pendosa yang membutuhkan belas kasihan. Ini menggambarkan sikap hati yang benar dalam berdoa: menyadari keberdosaan diri dan bergantung sepenuhnya pada kasih karunia Allah.
Latar belakang
Doa terpendek dan terpanjang di Bait Allah
Berbeda dengan Farisi yang berdoa panjang tentang dirinya, pemungut pajak hanya mengucapkan tujuh kata. Ia tidak berani mengangkat kepala. Ia memukul dadanya — isyarat duka dan penyesalan yang dalam. Doanya singkat tapi tulus.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman Bait Allah dalam perumpamaan
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir ke Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Menggambarkan doa pemungut pajak yang kontras dengan Farisi
Kepada
Orang-orang yang menganggap diri benar
Audiens yang mendengarkan perumpamaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μακρόθεν ἑστώς
berdiri agak jauh · stood far off
Berdiri di tepi, tidak berani mendekat — posisi fisik mencerminkan posisi rohani
ἐπαίρειν
memandang · lift up
Mengangkat kepala atau mata ke atas — dia menolak melakukan ini
ἱλάσθητί
berbelas kasihanlah · be merciful
Istilah yang terkait dengan upacara penebusan — 'jadilah bagi saya tutup pendamaian'
Kata ἱλάσθητί adalah kata yang sangat kuat — ini adalah kata yang dipakai dalam konteks korban penebusan. Pemungut pajak tidak sekadar minta ampun; ia memohon penebusan total, menempatkan dirinya sebagai orang yang butuh korban pendamaian.
Tahukah kamu
Memukul dada adalah tanda ratapan
Dalam budaya Timur Tengah kuno, memukul dada (bukan kepala atau pipi) adalah ekspresi duka dan penyesalan yang dalam. Dalam budaya Yahudi, ini adalah gerak tubuh yang sangat jarang dilakukan pria — ini menunjukkan seberapa dalam keputusasaan pemungut pajak itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 18:13
Mazmur 51:1-2
Doa pengakuan dosa yang rendah hati
“Kasihanilah aku, ya Allah... hapuskanlah pelanggaranku”
Yesaya 66:2
Allah memperhatikan yang remuk hati
“Orang yang akan Kuperhatikan ialah orang yang rendah hati dan remuk jiwa”
1 Yohanes 1:9
Pengakuan dosa yang tulus mendapat pengampunan
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 18:13
✕ Sering dikira
Pemungut pajak ini adalah contoh orang yang tidak perlu berbuat sesuatu untuk diselamatkan
✓ Yang sebenarnya
Ia datang dengan pengakuan dosa dan permohonan belas kasihan yang tulus — ada aksi iman yang nyata, bukan kepasifan
✕ Sering dikira
Doa yang pendek selalu lebih baik dari doa yang panjang
✓ Yang sebenarnya
Bukan soal panjang pendeknya doa. Yang membedakan adalah orientasi hati: kepada Allah atau kepada diri sendiri
Renungan
Renungan Singkat Lukas 18:13
Saat berdoa, cobalah untuk jujur tentang kelemahan dan kegagalanmu. Jangan membandingkan diri dengan orang lain, tetapi datang kepada Allah dengan hati yang rendah hati dan penuh pengakuan.
Ya Allah, belas kasihanilah aku, orang berdosa ini. Amin.