Anggur terakhir sampai Kerajaan datang
Lukas 22:18
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Sebab, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang Aku tidak akan minum anggur sampai Kerajaan Allah datang.””Lukas 22:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."”Lukas 22:18 · TB
Terjemahan Baru
“karena ketahuilah: mulai sekarang ini Aku tidak akan minum anggur ini lagi sampai Allah telah berkuasa dengan sepenuhnya."”Lukas 22:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena Aku sungguh-sungguh berkata kepada kalian bahwa sesudah ini, Aku tidak akan minum air anggur lagi sampai Allah mendirikan kerajaan-Nya dengan nyata di bumi.””Lukas 22:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For I say unto you, I will not drink of the fruit of the vine, until the kingdom of God shall come.”Lukas 22:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:18?
Yesus berkata Ia tidak akan minum anggur lagi sampai Kerajaan Allah datang. Ini menegaskan bahwa momen ini adalah perpisahan, dan ada penggenapan di masa depan. Ini menunjukkan realitas Kerajaan yang dinanti, di mana Yesus akan kembali dan merayakan bersama umat-Nya.
Latar belakang
Sumpah pantang yang penuh makna
Yesus menyatakan Ia tidak akan minum anggur lagi 'sampai Kerajaan Allah datang'. Ini adalah pernyataan nazir-like: bukan karena anggur itu buruk, tapi sebagai tanda kesetiaan pada sesuatu yang sedang ditunggu. Yesus menggantungkan diri-Nya pada masa depan Kerajaan, dan mengajak murid-murid-Nya untuk ikut mengantisipasi.
Di mana
Yerusalem — Ruang Atas
Perjamuan Paskah formal berlanjut
Kapan
~30 M
Malam Paskah
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, Anak Allah yang berinkarnasi
Kepada
Para rasul
dua belas murid inti Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπὸ τοῦ νῦν
apo tou nyn · mulai sekarang
Dari momen ini ke depan — titik peralihan yang tegas. Malam ini adalah batas waktu.
γενήματος τῆς ἀμπέλου
genēmatos tēs ampelou · anggur
Hasil pohon anggur — frasa ini langsung dari berkat Paskah Ibrani (peri haggefen), bukan kata 'anggur' biasa.
ἔλθῃ
elthē · datang
Datang, tiba — subjunctive yang menandakan sesuatu yang pasti akan datang, tapi waktunya belum.
Yesus tidak sekadar berkata selamat tinggal — Ia memberi dimensi eskatologis: perjamuan ini menantikan perjamuan yang lebih besar. Anggur terakhir yang diminum hari ini menunjuk ke depan.
Tahukah kamu
Pertanyaan tentang Yesus di kayu salib
Di kayu salib, para tentara menawarkan 'anggur asam' kepada Yesus dan Ia menolak (Luk 23:36, Mrk 15:23). Beberapa ahli menghubungkan ini dengan sumpah di ayat ini — Yesus tidak minum anggur lagi sampai 'pertemuan berikutnya' di Kerajaan. Setelah kebangkitan, Ia tidak pernah dicatat minum anggur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:18
Lukas 24:30-31
Yesus makan lagi setelah kebangkitan
“Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Mata mereka terbuka dan mereka mengenal Dia.”
Wahyu 19:7
perjamuan eskatologis
“Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba.”
Yesaya 25:6
perjamuan Mesias di akhir zaman
“TUHAN semesta alam akan menyediakan bagi semua bangsa di gunung ini suatu perjamuan dengan makanan yang penuh lemak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:18
✕ Sering dikira
Yesus bersumpah tidak minum anggur sampai mati
✓ Yang sebenarnya
Batasnya bukan kematian tapi 'Kerajaan Allah datang' — setelah kebangkitan Ia makan bersama murid, dan perjamuan eskatologis masih menantikan kepenuhannya.
✕ Sering dikira
Ini adalah deklarasi tentang pantang alkohol bagi orang Kristen
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pernyataan eskatologis tentang masa depan Kerajaan, bukan larangan minum anggur bagi para pengikut-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:18
Hidup ini seperti perjalanan menuju perjamuan besar. Kita bisa hidup dengan fokus pada janji kedatangan-Nya, yang memberi makna dan tujuan. Hari ini, jalani dengan kesadaran bahwa kita sedang menuju perayaan kekal bersama Tuhan.
Tuhan, jadikan aku sadar akan janji kedatangan-Mu, dan hiduplah dengan penuh pengharapan. Amin.