Pesta Pernikahan Anak Domba

Wahyu 19:7

Pasukan Surga dan Perjamuan Kemenangan

Mari kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memberikan kemuliaan kepada-Nya karena hari perkawinan Anak Domba sudah tiba, dan pengantin perempuan-Nya sudah siap.

Wahyu 19:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Wahyu 19:7?

Ayat ini mengajak umat percaya untuk bersukacita karena perkawinan Anak Domba (Yesus) sudah tiba. Pengantin perempuan-Nya adalah gereja, yang sudah siap untuk bersatu dengan Kristus selamanya. Ini menggambarkan puncak keselamatan dan sukacita yang akan dinikmati oleh orang percaya di akhir zaman.

Latar belakang

Undangan Pesta

Suara dari surga mengajak bersukacita karena pernikahan Anak Domba sudah tiba. Mempelai perempuan-Nya, yaitu umat-Nya, sudah siap, dan ini menunjukkan keselamatan yang sempurna.

Di mana

Pulau Patmos

Dalam penglihatan, di hadapan takhta surga

Kapan

~95 M

Penglihatan Yohanes di Patmos

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penghakiman Babel Besar
Perjamuan Malam Pernikahan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Suara dari Surga

Sorak-sorai malaikat dan orang kudus di surga, tak bernama.

Y

Kepada

Yohanes

Rasul tua, diasingkan di Patmos, menerima penglihatan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

χαίρω

chairō · bersukacita

Bergembira, bersorak, merayakan dengan sukacita

γάμος

gamos · perkawinan

Pesta pernikahan, perayaan perjanjian

νύμφη

nymfē · mempelai

Pengantin perempuan, yang dinikahi

Sukacita ini bukan sekadar emosi, melainkan pesta pernikahan yang menandai perjanjian antara Kristus dan umat-Nya, sebuah hubungan yang intim dan resmi.

Tahukah kamu

Simbol Pernikahan

Dalam budaya Yahudi, pernikahan dirayakan setelah penantian lama, dan pengantin perempuan mempersiapkan diri dengan pakaian khusus; metafora ini sangat kuat bagi pembaca pertama.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 19:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Wahyu 19:7

✕  Sering dikira

Pernikahan ini berarti Yesus menikah dengan gereja secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora perjanjian; bukan pernikahan fisik, melainkan gambaran hubungan kasih yang setia.

✕  Sering dikira

Mempelai perempuan adalah Perawan Maria.

✓  Yang sebenarnya

Mempelai perempuan adalah umat Allah, yaitu orang percaya dari segala zaman.

Renungan

Renungan Singkat Wahyu 19:7

Saat kita menghadapi tantangan hidup, ingatlah bahwa ada sukacita besar yang menanti kita bersama Kristus. Persiapkan hati kita dengan hidup setia dan mengasihi-Nya, sehingga kita siap menyambut Dia. Mari jadikan harapan ini sebagai kekuatan kita setiap hari.

Tuhan Yesus, penuhi hatiku dengan sukacita karena janji perkawinan-Mu yang mulia, dan siapkan hatiku untuk selalu setia kepada-Mu. Amin.