Roti Dipecah-pecahkan di Meja Makan
Lukas 24:30
Di Jalan ke Emaus
“Ketika Ia bergabung bersama mereka di meja makan, Yesus mengambil roti dan memberkatinya. Dia memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada mereka.”Lukas 24:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Lukas 24.31–36 178”Lukas 24:30 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu duduk makan bersama mereka, Yesus mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah, membelah-belah roti itu dengan tangan-Nya, lalu memberikannya kepada mereka.”Lukas 24:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu mereka duduk untuk makan bersama, Yesus mengambil roti dan mengucap syukur kepada Allah. Dia menyobek-nyobek roti itu lalu memberikannya kepada mereka.”Lukas 24:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, as he sat at meat with them, he took bread, and blessed it, and brake, and gave to them.”Lukas 24:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 24:30?
Saat Yesus duduk makan bersama mereka, Dia mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. Tindakan ini mengingatkan mereka pada perjamuan terakhir, dan saat itulah mata mereka terbuka. Ini menunjukkan bahwa Yesus dikenal dalam pemecahan roti—simbol tubuh-Nya yang diberikan bagi kita.
Latar belakang
Tamu yang berlaku sebagai tuan rumah
Di meja makan, sesuatu yang tidak biasa terjadi: Yesus yang seharusnya tamu mengambil roti, mengucap berkat, dan memecah-mecahkannya. Tindakan ini biasanya dilakukan tuan rumah atau orang yang punya otoritas di meja. Para murid membiarkan Dia — mungkin terpesona oleh pengajaran-Nya tadi.
Di mana
Rumah di Emaus
Meja makan, tamu yang mengambil roti dan memecah-mecahkannya
Kapan
~30 M
Makan malam yang menjadi momen pengenalan
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan penulis Injil, menulis untuk Teofilus
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Orang non-Yahudi yang ingin tahu tentang Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
λαβὼν τὸν ἄρτον
mengambil roti · took bread
Empat kata yang persis sama dipakai dalam Perjamuan Terakhir (Lukas 22:19)
εὐλόγησεν
memberkati · blessed
Doa syukur dan berkat sebelum makan — tradisi Yahudi yang Yesus lakukan konsisten
κλάσας
memecah-mecahkannya · broke it
Klao — memecah roti dengan tangan, menjadi istilah teknis untuk Perjamuan Tuhan
Empat kata tindakan yang sama persis dengan Perjamuan Terakhir: 'mengambil, memberkati, memecah, memberikan' — ritual yang terukir dalam memori murid dan menjadi kunci pengenalan.
Tahukah kamu
Gerakan yang sudah mereka kenal
Tindakan mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkan, dan memberikan adalah tindakan khas Yesus yang sudah berulang kali mereka saksikan — di pemberian makan 5000 orang (Lukas 9:16) dan di Perjamuan Terakhir (Lukas 22:19). Tangan-tangan itu dan gerakannya tidak asing.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 24:30
Lukas 22:19
Urutan tindakan yang persis sama dengan Perjamuan Terakhir
“Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: 'Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.'”
Lukas 9:16
Pola tindakan yang sama saat memberi makan 5000 orang
“Yesus mengambil kelima roti dan kedua ikan itu, lalu menengadah ke langit dan mengucap berkat, kemudian memecah-mecahkan roti itu.”
Kisah Para Rasul 2:42
Memecah roti menjadi identitas komunitas Kristen awal
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 24:30
✕ Sering dikira
Ini adalah institusi Perjamuan Kudus yang baru di Emaus
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah momen pengenalan melalui tindakan yang sudah dikenal — bukan institusi baru tapi pengingat yang kuat
✕ Sering dikira
Mereka mengenali Yesus karena melihat bekas luka di tangan-Nya
✓ Yang sebenarnya
Lukas tidak menyebut bekas luka — pengenalan terjadi melalui tindakan memecah roti yang sudah sangat mereka kenal
Renungan
Renungan Singkat Lukas 24:30
Setiap kali kita menerima komuni atau makan bersama keluarga, ingatlah bahwa Kristus hadir dan ingin berbagi hidup dengan kita. Jadikan momen makan sebagai waktu syukur dan pengenalan akan Dia.
Tuhan Yesus, terima kasih untuk tubuh-Mu yang dipecahkan bagiku. Mampukan aku mengenali-Mu dalam setiap berkat yang Engkau berikan. Amin.