Perumpamaan untuk yang merasa paling benar

Lukas 18:9

Doa, Kerendahan Hati, dan Jalan ke Yerusalem

Yesus juga menyampaikan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap diri mereka benar dan memandang rendah orang lain.

Lukas 18:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Lukas 18:9?

Ayat ini memperkenalkan perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai, yang ditujukan kepada mereka yang merasa benar sendiri dan memandang rendah orang lain. Ini adalah pengajaran tentang bahaya kesombongan rohani dan pentingnya kerendahan hati.

Latar belakang

Yesus tidak menyembunyikan sasaran perumpamaan-Nya

Tidak seperti biasanya, Lukas menyebutkan secara eksplisit siapa audiens perumpamaan ini: orang-orang yang menganggap diri benar dan memandang rendah orang lain. Ini sangat langsung dan berani — Yesus tidak berbasa-basi.

Di mana

Perjalanan menuju Yerusalem

Wilayah Yudea atau Perea

Kapan

~30 M

Perjalanan terakhir ke Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perumpamaan hakim dan janda
Dua orang masuk ke Bait Allah
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesus

Memulai perumpamaan baru yang ditargetkan pada kelompok tertentu

O

Kepada

Orang-orang yang menganggap diri benar

Kemungkinan orang Farisi dan pengikut setia hukum Taurat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

πεποιθότας

menganggap diri mereka benar · trusted in themselves

Percaya diri sepenuhnya pada kesalehan diri sendiri

δικαίους

benar · righteous

Orang yang berdiri tegak di hadapan Allah — klaim yang bisa valid atau arogan

ἐξουθενοῦντας

memandang rendah · despised

Menganggap tidak berharga, meremehkan secara total

Kombinasi πεποιθότας (percaya pada diri sendiri) dan ἐξουθενοῦντας (meremehkan orang lain) adalah racun rohani: kesombongan yang berpasangan dengan penghinaan. Inilah akar masalah yang Yesus hendak bongkar.

Tahukah kamu

Dua kelompok yang tidak mungkin bersama

Orang Farisi dan pemungut pajak adalah kutub yang berlawanan dalam masyarakat Yahudi abad pertama. Farisi dipandang sebagai penjaga kesalehan; pemungut pajak dianggap pengkhianat dan najis. Mempertemukan keduanya dalam satu perumpamaan adalah provokasi yang disengaja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 18:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Lukas 18:9

✕  Sering dikira

Yesus melarang kita percaya bahwa kita sudah melakukan hal yang benar

✓  Yang sebenarnya

Yesus mengkritik kepercayaan diri yang arogan dan disertai penghinaan terhadap orang lain, bukan kepercayaan yang rendah hati

✕  Sering dikira

Perumpamaan ini khusus untuk orang Farisi saja

✓  Yang sebenarnya

Lukas menggunakan kata 'beberapa orang' (τινας) yang tidak spesifik — ini berlaku untuk siapa saja yang memiliki sikap seperti itu

Renungan

Renungan Singkat Lukas 18:9

Hati-hati dengan sikap merasa lebih benar dari orang lain. Mari kita introspeksi: apakah kita merendahkan mereka yang berbeda? Belajarlah untuk melihat diri sendiri dengan jujur dan mengasihi orang lain tanpa membandingkan.

Bapa, ampunilah kami bila kami merasa lebih baik dari orang lain. Ajari kami kerendahan hati untuk melihat kelemahan kami sendiri dan mengasihi sesama sebagaimana Engkau mengasihi kami. Amin.