Gerutuan di antara orang-orang saleh
Lukas 15:2
Tiga Perumpamaan tentang yang Hilang
“Kemudian orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mulai menggerutu, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan bahkan makan bersama mereka.””Lukas 15:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka bersungut-sungutlah orang- orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, Lukas 15.3–7 113 katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."”Lukas 15:2 · TB
Terjemahan Baru
“Orang-orang Farisi dan guru-guru agama mulai mengomel. Mereka berkata, "Cih, orang ini menerima orang-orang yang tidak baik dan malah makan bersama mereka!"”Lukas 15:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Melihat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi bersungut-sungut, “Apa-apaan ini! Dia menerima orang-orang berdosa, bahkan makan bersama mereka!””Lukas 15:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the Pharisees and scribes murmured, saying, This man receiveth sinners, and eateth with them.”Lukas 15:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 15:2?
Ungkapan ketidaksetujuan dari Farisi dan ahli Taurat menyoroti perbedaan antara cara Yesus dan mereka memperlakukan orang berdosa. Mereka menganggap bergaul dengan orang berdosa sebagai hal yang salah, tetapi Yesus justru melakukannya untuk membawa mereka kepada pertobatan.
Latar belakang
Skandal meja makan
Di budaya Timur Tengah kuno, makan bersama seseorang adalah pernyataan persekutuan. Farisi punya aturan ketat: meja makan harus bebas dari orang najis. Yesus bukan hanya 'berteman' dengan pendosa — Ia makan bersama mereka, yang secara simbolis menyatakan, 'Kamu diterima di mejaku.'
Di mana
Perea atau Galilea
Di pinggir kerumunan, berbisik satu sama lain sambil mengamati
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat
penjaga tradisi hukum Yahudi yang sangat ketat
Kepada
Satu sama lain (dan Yesus mendengar)
komunitas agama yang merasa standar mereka dilecehkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διεγόγγυζον
diegongyzon · grumbled
Terus-menerus menggerutu — kata berulang yang meremeh. Akar kata yang sama dengan Israel bersungut di padang gurun.
προσδέχεται
prosdechetai · welcomes
Menyambut dengan tangan terbuka — aktif menerima, bukan sekadar membiarkan masuk.
συνεσθίει
synesthiei · eats with
Makan bersama-sama — syn (bersama) + esthiein (makan). Simbol penerimaan penuh dalam budaya Semitik.
Gerutuan Farisi bukan tentang moral semata — mereka keberatan dengan sinyal penerimaan yang Yesus kirimkan lewat meja makan. Ini soal batas komunitas, bukan hanya etika.
Tahukah kamu
Gerutuan sebagai cermin hati
Kata Yunani 'diegongyzon' (menggerutu) adalah kata yang sama dipakai dalam kisah Israel di padang gurun yang menggerutu terhadap Allah. Lukas memilih kata ini dengan sengaja — paralel yang tajam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 15:2
Bilangan 14:2
kata 'menggerutu' yang sama
“Semua orang Israel menggerutu terhadap Musa dan Harun.”
Lukas 19:7
skandal makan bersama orang berdosa
“Ketika orang-orang melihat hal itu, mereka semua bersungut-sungut, 'Ia menginap di rumah orang berdosa.'”
Markus 2:16
pertanyaan yang sama
“Mengapa Ia makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 15:2
✕ Sering dikira
Orang Farisi ini munafik dan tidak tulus dalam imannya
✓ Yang sebenarnya
Farisi benar-benar percaya mereka menjaga kesucian komunitas — keberatan mereka punya logika teologis yang serius, bukan sekadar iri.
✕ Sering dikira
Yesus tidak peduli dengan standar moral karena bergaul dengan orang berdosa
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak mengatakan dosa itu tidak masalah — tapi Ia mendahulukan sambutan sebelum perubahan, bukan sebaliknya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 15:2
Kadang kita lebih suka bergaul dengan orang yang 'benar' saja. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk tidak menghakimi, melainkan hadir di tengah mereka yang membutuhkan kasih.
Bapa, ubahkan sikap kita yang mudah menghakimi, sehingga kami dapat mengasihi orang di sekitar kami seperti Yesus. Amin.