Doa Farisi yang penuh daftar prestasi
Lukas 18:11
Doa, Kerendahan Hati, dan Jalan ke Yerusalem
“Orang Farisi itu berdiri dan mengucapkan doa tentang dirinya, ‘Ya, Allah, aku berterima kasih kepada-Mu karena aku tidak seperti orang lain; seperti pemeras, penipu, pezina, atau bahkan seperti pengumpul pajak ini.”Lukas 18:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;”Lukas 18:11 · TB
Terjemahan Baru
“Orang Farisi itu berdiri menyendiri dan berdoa, 'Ya Allah, saya mengucap terima kasih kepada-Mu, sebab saya tidak seperti orang lain, yang serakah, curang, atau berzinah. Saya bersyukur karena saya tidak seperti penagih pajak itu.”Lukas 18:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dengan membanggakan dirinya sendiri, ‘Ya TUHAN, aku berterima kasih kepada-Mu karena aku tidak berdosa seperti orang-orang lain, khususnya seperti penagih pajak yang di sana itu. Aku tidak mencuri, tidak menipu, dan tidak berzina.”Lukas 18:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The Pharisee stood and prayed thus with himself, God, I thank thee, that I am not as other men are, extortioners, unjust, adulterers, or even as this publican.”Lukas 18:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 18:11?
Doa orang Farisi penuh dengan kesombongan. Ia bersyukur karena merasa tidak seperti orang lain yang berdosa, dan menyebut dirinya lebih baik dari pemungut cukai. Ini menunjukkan kepercayaan diri pada kebaikan sendiri, bukan pada kasih karunia Allah.
Latar belakang
Doa yang berubah menjadi laporan kinerja
Doa orang Farisi ini dimulai dengan syukur, tapi isinya adalah daftar panjang tentang betapa baiknya dia. Ia tidak memohon apa pun dari Allah. Yang ia lakukan adalah melaporkan pencapaiannya, sekaligus membandingkan diri dengan yang lain.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman Bait Allah dalam perumpamaan
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir ke Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Mengutip doa orang Farisi dalam perumpamaan
Kepada
Orang-orang yang menganggap diri benar
Audiens yang mendengarkan perumpamaan Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σταθεὶς
berdiri · stood
Posisi normal berdoa — tapi di sini bisa bermakna 'mengambil posisi terpisah'
πρὸς ἑαυτὸν προσηύχετο
mengucapkan doa tentang dirinya · prayed about himself
Bisa juga diterjemahkan 'berdoa kepada dirinya sendiri' — doa yang berpusat pada diri
ἅρπαγες
pemeras · extortioner
Orang yang merampas milik orang lain dengan paksa atau tipu muslihat
Frasa kunci πρὸς ἑαυτὸν (tentang/kepada dirinya sendiri) mengungkap tragedi doa Farisi: ia masuk ke Bait Allah, tapi tidak pernah benar-benar hadir di hadapan Allah. Doanya lebih seperti monolog narsis.
Tahukah kamu
Berdiri adalah posisi normal berdoa
Di tradisi Yahudi, berdiri adalah posisi standar untuk berdoa (berbeda dengan kesan modern yang lebih akrab dengan berlutut). Yang menarik adalah orang Farisi 'berdiri tentang dirinya sendiri' — frasa yang menunjukkan pemisahan arogan dari orang-orang di sekitarnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 18:11
Yesaya 65:5
Kesombongan rohani yang memisahkan diri dari orang lain
“Yang berkata: Mendekatlah kepada dirimu sendiri, jangan sentuh aku, sebab aku lebih kudus dari padamu”
Amos 6:1
Rasa aman rohani yang palsu karena menganggap diri lebih baik
“Celakalah orang-orang yang merasa aman di Sion”
Filipi 2:3
Kerendahan hati sebagai kebalikan sikap Farisi
“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 18:11
✕ Sering dikira
Yesus melarang kita mengucapkan syukur untuk hal-hal yang kita lakukan
✓ Yang sebenarnya
Masalahnya bukan syukurnya, tapi bahwa doanya berpusat pada diri sendiri dan merendahkan orang lain — bukan syukur yang tulus kepada Allah
✕ Sering dikira
Orang Farisi ini pamer supaya dilihat orang
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut ia berdoa keras-keras. Problemnya ada pada isi dan orientasi hatinya, bukan pada penampilan publik
Renungan
Renungan Singkat Lukas 18:11
Jangan berdoa dengan sikap sombong. Sadari bahwa semua kebaikan kita adalah anugerah Allah. Mari kita periksa motivasi doa: apakah untuk memuji diri atau memuliakan Tuhan?
Ya Allah, jauhkan kami dari sikap sombong yang memandang rendah orang lain. Ajari kami bersyukur dengan rendah hati atas semua yang Engkau berikan. Amin.