Yesus memecah keheningan dengan pertanyaan langsung
Lukas 14:3
Tamu, Tempat, dan Undangan Kerajaan
“Yesus berkata kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, “Apakah boleh menyembuhkan orang pada Hari Sabat?””Lukas 14:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yesus berkata kepada ahli- ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?"”Lukas 14:3 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Yesus bertanya kepada guru-guru agama dan orang-orang Farisi yang ada di situ, "Menurut hukum agama kita, bolehkah kita menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat atau tidak?"”Lukas 14:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hadir, “Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat?””Lukas 14:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jesus answering spake unto the lawyers and Pharisees, saying, Is it lawful to heal on the sabbath day?”Lukas 14:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 14:3?
Yesus bertanya kepada orang Farisi dan ahli Taurat, 'Apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat?' Pertanyaan ini menguji pemahaman mereka tentang hukum Taurat dan tujuan hari Sabat. Yesus menantang legalisme mereka yang kaku.
Latar belakang
Pertanyaan yang membalik peran
Alih-alih menunggu mereka menuduh-Nya, Yesus justru bertanya duluan. Ini membalik dinamika — para pengawas kini dipaksa menjawab. Pertanyaan-Nya bukan retoris kosong, tapi membutuhkan posisi teologis yang jelas: boleh atau tidak menyembuhkan orang di hari Sabat?
Di mana
Rumah pemimpin orang Farisi
Di meja makan, di hadapan orang-orang terpelajar hukum Taurat
Kapan
~30 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang bersantap di rumah Farisi
Kepada
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat
tamu terhormat yang hadir di meja makan pemimpin Farisi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔξεστιν
exestin · apakah boleh
Diizinkan secara hukum — pertanyaan tentang legalitas, bukan sekadar kepatutan moral.
νομικούς
nomikous · ahli-ahli Taurat
Para ahli hukum — spesialis interpretasi Taurat, bukan sekadar orang religius biasa.
σαββάτῳ
sabbatō · hari Sabat
Hari ketujuh yang dikuduskan — bukan sekadar libur, tapi kewajiban teologis yang ketat.
Yesus menggunakan bahasa hukum ('exestin') yang adalah bahasa dunia mereka sendiri. Ia tidak menghindari perdebatan — Ia masuk langsung ke dalamnya dengan pertanyaan yang memaksa jawaban.
Tahukah kamu
Debat hukum Sabat yang panjang
Para rabi Yahudi sebenarnya punya diskusi panjang soal apa yang boleh dilakukan di hari Sabat. Bahaya jiwa (pikuach nefesh) biasanya mengizinkan tindakan darurat. Tapi penyembuhan yang bisa ditunggu sampai besok? Itu area abu-abu yang diperdebatkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 14:3
Matius 12:10
pertanyaan yang sama soal legalitas penyembuhan di hari Sabat
“Mereka bertanya kepada Yesus, 'Apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat?'”
Keluaran 20:10
dasar hukum yang diperdebatkan
“Hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan.”
Lukas 6:9
Yesus sering mengajukan pertanyaan retoris soal Sabat
“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat: berbuat baik atau berbuat jahat?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 14:3
✕ Sering dikira
Yesus melanggar aturan Sabat secara sembarangan
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru memulai dengan pertanyaan hukum yang tepat, menunjukkan Ia sadar dengan perdebatan teologisnya.
✕ Sering dikira
Para ahli Taurat setuju dengan pertanyaan Yesus
✓ Yang sebenarnya
Mereka tidak menjawab — diam adalah respons yang mengungkapkan ketidakmauan mereka memberi posisi.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 14:3
Hukum dan aturan terkadang membuat kita lupa pada kasih. Belajarlah untuk memprioritaskan belas kasihan dan menolong sesama, bahkan ketika itu mungkin melanggar kebiasaan atau tradisi yang tidak sesuai dengan kasih.
Tuhan, jauhkan kami dari sikap legalisme yang kaku. Ajari kami untuk mengasihi dan menolong sesama dengan tulus, sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.