Pertanyaan yang tidak bisa dijawab
Lukas 6:9
Sabat, Belas Kasihan, dan Cara Hidup Baru
“Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian, manakah yang diperbolehkan untuk dilakukan pada hari Sabat: berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa atau membinasakannya?””Lukas 6:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, Lukas 6.10–16 39 berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"”Lukas 6:9 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Yesus bertanya kepada orang-orang yang ada di situ, "Menurut agama, kita boleh berbuat apa pada hari Sabat? Berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau mencelakakan?"”Lukas 6:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Coba kalian pikir: Menurut hukum Taurat, apa yang boleh kita perbuat pada hari Sabat? Apakah kita diizinkan berbuat baik, atau berbuat jahat? Apakah kita diizinkan menyelamatkan nyawa orang, atau membunuh?””Lukas 6:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Jesus unto them, I will ask you one thing; Is it lawful on the sabbath days to do good, or to do evil? to save life, or to destroy it?”Lukas 6:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 6:9?
Yesus mengajukan pertanyaan retoris untuk menantang pemahaman mereka tentang hari Sabat. Ia menekankan bahwa tujuan Sabat adalah untuk berbuat baik dan menyelamatkan nyawa, bukan sebaliknya. Dengan ini, Yesus mengajarkan bahwa kasih dan belas kasihan lebih utama daripada legalisme.
Latar belakang
Jebakan logika untuk si penjebak
Yesus mengajukan dilema yang tidak bisa dihindari: jika Sabat adalah hari kudus untuk Allah, apakah berbuat baik (menyembuhkan) atau berbuat jahat (membiarkan penderitaan) yang lebih sesuai hari itu? Menyelamatkan nyawa atau membiarkannya binasa? Farisi tidak bisa menjawab tanpa menyalahkan diri sendiri.
Di mana
Sinagoge di Galilea
Semua mata tertuju saat Yesus mengajukan pertanyaan retoris
Kapan
~28 M
Yesus membalik logika Farisi tentang Sabat
Yang berbicara
Yesus
Menekan Farisi dengan pertanyaan yang membenturkan dua nilai
Kepada
Para Farisi dan ahli Taurat
Kelompok yang terjebak oleh pertanyaan Yesus sendiri
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ψυχὴν σῶσαι
menyelamatkan nyawa · save life
ψυχή bisa berarti jiwa, kehidupan, atau seluruh diri seseorang
ἀπολέσαι
membinasakan · destroy
Kata yang kuat: bukan sekadar membiarkan, tapi secara aktif merusak
ἔξεστιν
diperbolehkan · lawful
Kata hukum yang sama yang dipakai Farisi di ayat 2 — Yesus membalik pertanyaan mereka
Yesus menggunakan kata yang sama (ἔξεστιν) yang dipakai Farisi untuk menjebak-Nya. Ia membalikkan permainan dengan logika mereka sendiri.
Tahukah kamu
Hukum Yahudi sebenarnya punya pengecualian darurat jiwa
Prinsip 'pikuach nefesh' (menyelamatkan jiwa) dalam hukum Yahudi sebenarnya memperbolehkan melanggar hampir semua aturan Sabat jika nyawa seseorang terancam. Tapi orang dengan tangan lumpuh tidak dalam situasi darurat jiwa — Yesus sedang memperluas prinsip itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 6:9
Matius 12:11-12
Argumen serupa dari Matius
“Siapa di antara kamu yang mempunyai seekor domba dan jika domba itu jatuh ke dalam lubang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya?”
Lukas 14:5
Pola argumen yang sama diulang Yesus
“Siapa di antara kamu yang tidak akan segera menarik anak atau lembunya keluar jika jatuh ke dalam sumur pada hari Sabat?”
Yeremia 22:3
Prinsip keadilan aktif yang mendasari tindakan Yesus
“Lakukan keadilan dan kebenaran, lepaskan yang dirampok dari tangan penindas”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 6:9
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa semua aturan Sabat tidak berguna
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak menghapus Sabat, tapi menunjukkan bahwa berbuat baik selalu selaras dengan kehendak Allah
✕ Sering dikira
Orang ini dalam bahaya mati sehingga menjadi pengecualian darurat
✓ Yang sebenarnya
Tangan lumpuh bukan darurat jiwa — Yesus memperluas prinsip: belas kasihan adalah inti Sabat
Renungan
Renungan Singkat Lukas 6:9
Sering kali kita terjebak pada rutinitas dan aturan keagamaan, tetapi lupa bahwa Allah menghendaki kita untuk berbuat baik dan menolong sesama. Hari ini, cari kesempatan untuk melakukan kebaikan nyata, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Tuhan Yesus, ubahlah cara pandangku tentang ibadah, sehingga aku lebih mengutamakan perbuatan kasih daripada sekadar ritual. Amin.