Rahmat dari generasi ke generasi
Lukas 1:50
Pujian Maria untuk Allah
“Rahmat-Nya diberikan dari generasi ke generasi, kepada orang-orang yang takut akan Dia.”Lukas 1:50 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Lukas 1.51–58 8”Lukas 1:50 · TB
Terjemahan Baru
“Keturunan demi keturunan Tuhan menaruh belas kasihan kepada orang yang takut kepada-Nya.”Lukas 1:50 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dari zaman ke zaman, Allah selalu bermurah hati kepada semua orangyang takut dan hormat kepada-Nya.”Lukas 1:50 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his mercy is on them that fear him from generation to generation.”Lukas 1:50 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 1:50?
Ayat ini menegaskan bahwa rahmat Allah tersedia bagi setiap orang yang takut akan Dia, yaitu mereka yang menghormati dan taat kepada-Nya. Rahmat ini tidak terbatas pada satu generasi, melainkan diberikan turun-temurun dari generasi ke generasi, menunjukkan kasih setia Allah yang berkelanjutan.
Latar belakang
Rahmat bukan hadiah sesekali
Maria menyatakan bahwa rahmat Allah bukan sesuatu yang sekali-sekali — tapi dari generasi ke generasi. Ini adalah karakter Allah yang konsisten: Ia tidak berubah sikap. Rahmat yang diterima Abraham masih mengalir ke Maria, dan akan terus mengalir ke generasi berikutnya.
Di mana
Rumah Zakharia, perbukitan Yudea
Maria menyanyikan tentang rahmat Allah yang berkesinambungan
Kapan
~6 SM
Masa persiapan kedatangan Mesias
Yang berbicara
Maria
gadis yang memuji kesetiaan Allah lintas generasi
Kepada
Elisabet dan Allah
hadirin pujian Maria
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τὸ ἔλεος αὐτοῦ
to eleos autou · rahmat-Nya
Belas kasihan-Nya — kemurahan yang timbul dari cinta, bukan dari kewajiban.
εἰς γενεὰς καὶ γενεάς
eis geneas kai geneas · dari generasi ke generasi
Dari generasi ke generasi — keberlanjutan yang melampaui waktu satu manusia.
τοῖς φοβουμένοις αὐτόν
tois phoboumenois auton · takut akan Dia
Bagi yang takut akan Dia — orang-orang yang hidupnya berorientasi pada Allah.
Eleos — belas kasihan yang dalam — bukan emosi sesaat Allah, tapi orientasi karakter-Nya yang konsisten lintas waktu. Mereka yang menerima eleos ini adalah yang 'takut akan Dia' — bukan yang paling baik, tapi yang paling mengakui ketergantungan mereka pada-Nya.
Tahukah kamu
Takut akan Allah bukan fobia, tapi orientasi hidup
'Takut akan Dia' dalam tradisi Ibrani (yir'at Adonai) bukan rasa takut seperti takut petir — ini adalah penghormatan, kagum, dan kesadaran bahwa Allah adalah realitas tertinggi yang menentukan cara kita hidup. Orang-orang yang 'takut akan Allah' adalah mereka yang hidupnya berorientasi pada-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 1:50
Mazmur 103:17
rahmat lintas generasi
“Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia...”
Keluaran 20:6
kasih setia lintas generasi
“...tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku...”
Lukas 1:72
rahmat dalam perjanjian
“Ia melakukannya untuk menunjukkan rahmat kepada nenek moyang kita...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 1:50
✕ Sering dikira
Rahmat Allah hanya untuk orang-orang yang sudah benar dan bertakwa
✓ Yang sebenarnya
Eleos adalah belas kasihan yang tidak tergantung kelayakan penerimanya — 'yang takut akan Dia' bukan yang sempurna, tapi yang mengakui kebutuhan mereka pada Allah.
✕ Sering dikira
'Dari generasi ke generasi' berarti setiap individu otomatis menerima rahmat Allah
✓ Yang sebenarnya
Kalimat ini adalah pernyataan tentang karakter Allah yang konsisten — setiap generasi punya kesempatan untuk masuk dalam rahmat itu, tapi bukan jaminan otomatis tanpa respons.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 1:50
Rahmat Allah tidak pernah habis dan tersedia bagi kita setiap saat. Marilah kita hidup dengan hormat dan takut akan Tuhan, sehingga kita dapat mengalami kasih setia-Nya hari ini dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Tuhan, ajarlah aku untuk hidup dalam hormat dan takut akan Engkau, agar aku senantiasa menerima rahmat-Mu dari generasi ke generasi. Amin.