Orang sombong dicerai-beraikan
Lukas 1:51
Pujian Maria untuk Allah
“Ia telah menunjukkan kuasa-Nya dengan tangan-Nya. Ia mencerai-beraikan orang-orang yang sombong dalam pikiran hatinya.”Lukas 1:51 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;”Lukas 1:51 · TB
Terjemahan Baru
“Dengan tangan-Nya yang perkasa Ia menceraiberaikan orang sombong, dan mengacaukan rencana mereka.”Lukas 1:51 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Seperti zaman dulu, sekarang punAllah sekali lagi sudah mulai mengulurkan tangan-Nya dan menunjukkan kuasa-Nya. Dahulu Dia mencerai-beraikan orang-orang yang tinggi hatidan mengacaukan semua rencana mereka.”Lukas 1:51 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He hath shewed strength with his arm; he hath scattered the proud in the imagination of their hearts.”Lukas 1:51 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 1:51?
Ayat ini menggambarkan tindakan Allah yang berkuasa: Dia mencerai-beraikan orang-orang yang sombong dan angkuh dalam hati mereka. Ini adalah gambaran Allah yang merendahkan kesombongan manusia, menunjukkan bahwa Dia tidak tinggal diam terhadap keangkuhan, melainkan bertindak untuk menegakkan keadilan.
Latar belakang
Allah bertindak dalam sejarah dengan cara yang mengejutkan
Bagian ini dari Magnificat adalah yang paling 'politis' — dan karena itu paling sering dikutip dalam gerakan sosial. Maria menggambarkan Allah yang menunjukkan kuasa-Nya dengan mencerai-beraikan orang sombong, menurunkan penguasa, dan meninggikan yang rendah. Ini bukan hanya nubuat masa depan — ini pola Allah dalam sejarah.
Di mana
Rumah Zakharia, perbukitan Yudea
Maria menggambarkan tindakan Allah yang membalikkan tatanan
Kapan
~6 SM
Masa persiapan kedatangan Mesias
Yang berbicara
Maria
gadis yang memuji Allah yang membalikkan tatanan manusia
Kepada
Elisabet dan Allah
hadirin pujian Maria
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κράτος
kratos · kuasa-Nya
Kekuatan yang dominan — kekuasaan yang efektif dan nyata dalam sejarah.
ὑπερηφάνους
hyperēphanous · sombong
Yang menyombongkan diri — orang yang menempatkan diri di atas yang lain dengan arogansi.
διεσκόρπισεν
dieskorpisen · mencerai-beraikan
Menyebarkan, menghambur-hamburkan — tindakan Allah yang menghancurkan konsentrasi kekuasaan arogan.
Diaskorpizō — menghambur-hamburkan seperti biji yang disebarkan angin. Allah tidak hanya 'mengimbangi' kesombongan — Ia mencerai-beraikannya. Ini bukan puisi halus tentang keseimbangan kosmik, tapi deklarasi tentang cara Allah menangani arogansi.
Tahukah kamu
Magnificat pernah dilarang di beberapa negara
Di Inggris selama revolusi India, dan di Guatemala pada dekade 1980an, Magnificat pernah dilarang untuk dibaca di depan umum oleh pemerintah — karena dianggap terlalu subversif secara politik. Sebuah lagu natal berusia dua ribu tahun dianggap berbahaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 1:51
Mazmur 89:10
Allah mencerai-beraikan
“Engkau telah meremukkan Rahab seperti orang yang tertikam; dengan tangan-Mu yang kuat Engkau telah mencerai-beraikan musuh-musuh-Mu.”
Amsal 16:18
kesombongan mendahului kejatuhan
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
Lukas 14:11
pembalikan tatanan
“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 1:51
✕ Sering dikira
Ayat ini adalah ajakan untuk revolusi sosial dan politik secara fisik
✓ Yang sebenarnya
Maria berbicara tentang tindakan Allah, bukan instruksi untuk manusia menggulingkan pemerintahan. Subjeknya adalah Allah, bukan kita.
✕ Sering dikira
'Sombong dalam pikiran hatinya' hanya berarti orang yang tidak sopan
✓ Yang sebenarnya
Hyperēphanos adalah arogansi yang mendalam — orang yang menempatkan dirinya di posisi Allah, mengabaikan ketergantungannya pada Sang Pencipta.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 1:51
Allah menentang orang yang sombong, tetapi memberi kasih karunia kepada orang yang rendah hati. Mari kita periksa hati kita dan rendahkan diri di hadapan Tuhan, sehingga kita dapat mengalami pertolongan dan pemeliharaan-Nya.
Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesombongan; ajarlah aku untuk rendah hati seperti Kristus, agar aku dapat berkenan kepada-Mu. Amin.