Singgah tiga hari di Sirakusa

Kisah Para Rasul 28:12

Menyusuri pelabuhan demi pelabuhan

Setelah tiba di Sirakusa, kami tinggal di sana selama tiga hari.

Kisah Para Rasul 28:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 28:12?

Mereka tiba di Sirakusa dan tinggal di sana selama tiga hari. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju Roma—perhentian singkat yang tetap penting, menunjukkan bahwa setiap tahap perjalanan hidup memiliki tujuan.

Latar belakang

Berhenti di kota Yunani kuno

Kapal tiba di Sirakusa, pelabuhan besar di Sisilia, dan mereka tinggal tiga hari. Ini titik singgah biasa bagi kapal yang berlayar dari Malta ke utara.

Di mana

Sirakusa, Sisilia

Kota pelabuhan besar di pantai timur Sisilia

Kapan

~60 M

Pelayaran menuju Roma

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Berangkat dari Malta
Menuju Regium
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter dan penulis, mencatat tiap singgahan

T

Kepada

Teofilus & pembaca

Penerima laporan perjalanan Paulus

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

καταχθέντες

katachthentes · putting in

berlabuh, merapat

Συρακούσας

Syrakousas · Syracuse

Sirakusa

ἐπεμείναμεν

epemeinamen · stayed

tinggal, menetap

Detail pelabuhan dan durasi singgah menunjukkan Lukas mencatat seperti jurnal perjalanan harian yang akurat.

Tahukah kamu

Kampung halaman Arkhimedes

Sirakusa adalah salah satu kota terkaya dunia Yunani kuno — tempat lahir Arkhimedes sang ilmuwan. Saat Paulus singgah, kota itu sudah berusia ratusan tahun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 28:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 28:12

✕  Sering dikira

"Sirakusa kota kecil tak penting."

✓  Yang sebenarnya

Sirakusa adalah salah satu kota terbesar dan terkaya dunia Yunani.

✕  Sering dikira

"Paulus berhenti untuk berkhotbah di sana."

✓  Yang sebenarnya

Ini sekadar singgah pelayaran biasa, tiga hari menunggu angin.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 28:12

Hidup terdiri dari perhentian-perhentian singkat yang tampaknya biasa. Jangan meremehkan momen-momen tersebut; Tuhan dapat memakainya untuk mempersiapkan kita bagi apa yang akan datang.

Bapa, ajari kami untuk bersyukur dalam setiap perhentian, dan percaya bahwa Engkau bekerja di dalamnya. Amin.