Sehari bersama saudara di Ptolemais

Kisah Para Rasul 21:7

Singgah di Ptolemais

Setelah kami mengakhiri perjalanan dari Tirus, kami sampai di Ptolemais, dan kami menyapa saudara-saudara seiman, serta tinggal bersama mereka selama satu hari.

Kisah Para Rasul 21:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:7?

Setelah meninggalkan Tirus, Paulus dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Ptolemais, di mana mereka menyapa saudara-saudara seiman dan tinggal bersama mereka selama satu hari. Ini menunjukkan pentingnya persekutuan dan dukungan dalam perjalanan misi.

Latar belakang

Mampir sebentar saja

Pelayaran dari Tirus berakhir di Ptolemais. Mereka menyapa saudara-saudara seiman dan tinggal hanya satu hari. Persinggahan singkat dalam perjalanan menuju selatan.

Di mana

Ptolemais

Pelabuhan (kini Akko, Israel utara)

Kapan

~57 M

Akhir perjalanan misi ketiga

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Berlayar dari Tirus
Tiba di Kaisarea
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter dan penulis, ikut serta dalam perjalanan

T

Kepada

Teofilus

Penerima surat Lukas, pejabat terhormat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

διανύω

dianyō · completed

menyelesaikan, menuntaskan

ἀσπάζομαι

aspazomai · greeted

menyapa, memberi salam

ἀδελφοί

adelphoi · brothers

saudara seiman

Sapaan 'saudara' menunjukkan jaringan jemaat sudah tersebar di tiap pelabuhan.

Tahukah kamu

Ptolemais = Akko hari ini

Kota ini sekarang dikenal sebagai Akko (Acre), kota tua bertembok di pesisir Israel utara yang masih ada sampai sekarang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:7

✕  Sering dikira

"Ptolemais kota fiktif."

✓  Yang sebenarnya

Itu Akko, kota nyata yang masih dihuni di Israel.

✕  Sering dikira

"Mereka menetap lama di sana."

✓  Yang sebenarnya

Hanya satu hari — sekadar mampir menyapa.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:7

Luangkan waktu untuk menyapa dan bersekutu dengan sesama percaya di tengah kesibukan. Kehadiran sederhana bisa menjadi berkat dan kekuatan bagi orang lain.

Tuhan, ajari aku untuk menghargai setiap momen persekutuan dengan saudara seiman, dan jadikan aku berkat bagi mereka, Amin.