Salah kira soal Trofimus

Kisah Para Rasul 21:29

Dasar tuduhan yang keliru

Sebab, sebelumnya mereka telah melihat Trofimus, orang Efesus, bersama dengannya di dalam kota dan mereka mengira Paulus telah membawanya masuk ke dalam Bait Allah.

Kisah Para Rasul 21:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:29?

Mereka mengira Paulus membawa Trofimus, orang Efesus, ke dalam bait Allah karena sebelumnya melihat mereka bersama di kota. Padahal, Trofimus tidak masuk, tetapi asumsi ini memperkuat tuduhan yang salah dan memicu kerusuhan.

Latar belakang

Asumsi, bukan bukti

Lukas menjelaskan: mereka sebelumnya melihat Trofimus, orang Efesus, bersama Paulus di kota, lalu mengira Paulus membawanya masuk Bait. Padahal itu cuma dugaan. Seluruh kerusuhan dibangun di atas salah sangka.

Di mana

Yerusalem

Bait Allah, menjelaskan kesalahpahaman

Kapan

~57 M

Penangkapan Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tuduhan menajiskan
Seluruh kota gempar
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter dan penulis, ikut serta dalam perjalanan

T

Kepada

Teofilus

Penerima surat Lukas, pejabat terhormat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

προεωρακότες

proeōrakotes · previously seen

telah melihat sebelumnya

ἐνόμιζον

enomizon · supposed

mengira, menyangka

Ἐφέσιος

Ephesios · Ephesian

orang Efesus

Kata 'mengira' (enomizon) menandai inti masalah: dugaan diperlakukan seolah fakta.

Tahukah kamu

Satu asumsi, kota gempar

Tak ada bukti Trofimus pernah masuk Bait. Lukas menegaskan ini 'mereka mengira' — keributan besar lahir dari prasangka tanpa fakta.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:29

✕  Sering dikira

"Trofimus pasti masuk Bait."

✓  Yang sebenarnya

Tak ada bukti; orang banyak hanya 'mengira' begitu.

✕  Sering dikira

"Tuduhan ini berdasar fakta."

✓  Yang sebenarnya

Seluruhnya bangunan dari asumsi keliru, kata Lukas.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:29

Asumsi bisa menyesatkan. Jangan langsung percaya pada dugaan atau opini orang lain; pastikan kebenarannya sebelum bertindak atau menyimpulkan.

Ya Tuhan, jauhkan kami dari prasangka yang keliru dan berikan kami kebijaksanaan untuk mencari kebenaran. Amin.