Paulus diseret keluar Bait

Kisah Para Rasul 21:30

Seluruh kota gempar

Kemudian, seluruh kota menjadi gempar dan orang-orang datang berkerumun. Mereka menangkap Paulus dan menyeretnya ke luar dari Bait Allah, lalu pintu-pintu Bait Allah segera ditutup.

Kisah Para Rasul 21:30 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:30?

Seluruh kota menjadi gempar, orang-orang menangkap Paulus, menyeretnya keluar dari bait Allah, dan menutup pintu-pintu. Mereka ingin menghakimi Paulus sendiri, menunjukkan betapa cepatnya situasi berubah menjadi kekerasan karena hasutan.

Latar belakang

Diseret dan pintu ditutup

Seluruh kota gempar, orang berkerumun. Mereka menangkap Paulus, menyeretnya keluar dari Bait, lalu pintu-pintu segera ditutup. Mereka mengusirnya dari tempat suci agar bebas menghajarnya.

Di mana

Yerusalem

Bait Allah, kekacauan massa

Kapan

~57 M

Penangkapan Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salah sangka Trofimus
Mereka coba membunuh
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter dan penulis, ikut serta dalam perjalanan

T

Kepada

Teofilus

Penerima surat Lukas, pejabat terhormat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

κινέω

kineō · aroused

tergerak, terguncang

ἕλκω

helkō · dragging

menyeret dengan paksa

κλείω

kleiō · shut

menutup, mengunci

Kata 'menyeret' (helkō) menunjukkan kekerasan fisik, bukan sekadar mengusir.

Tahukah kamu

Pintu ditutup punya makna

Penutupan pintu Bait bukan kebetulan — agar Bait tak ternoda oleh darah kekerasan yang akan terjadi. Sungguh ironis di tempat ibadah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:30

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:30

✕  Sering dikira

"Mereka cuma mengusir Paulus sopan."

✓  Yang sebenarnya

Mereka menyeretnya dengan paksa, hendak membunuhnya.

✕  Sering dikira

"Pintu ditutup karena lupa."

✓  Yang sebenarnya

Ditutup agar Bait tak tercemar darah kekerasan.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:30

Kemarahan massa bisa berbahaya. Saat menghadapi situasi yang memanas, jangan ikut terbawa emosi; berusahalah menjadi penengah dan mengedepankan damai.

Tuhan, tuntun kami untuk tetap tenang dan bijaksana di tengah gejolak, serta menjadi pembawa damai. Amin.