Teman-teman memohon: jangan pergi

Kisah Para Rasul 21:12

Permohonan agar Paulus berhenti

Ketika kami mendengar hal itu, kami dan orang-orang yang tinggal di sana memohon Paulus agar tidak naik ke Yerusalem.

Kisah Para Rasul 21:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:12?

Mendengar nubuat Agabus, Paulus dan orang-orang yang bersamanya memohon agar Paulus tidak pergi ke Yerusalem. Ini menunjukkan kekhawatiran dan kasih mereka, meskipun mereka belum memahami kehendak Tuhan dengan sempurna.

Latar belakang

Air mata mencegah

Mendengar nubuat itu, Lukas dan rombongan serta jemaat setempat memohon Paulus agar tidak naik ke Yerusalem. Mereka takut kehilangan dia. Cinta mereka tulus, tapi arahnya berbeda dari tekad Paulus.

Di mana

Kaisarea

Rumah Filipus, suasana cemas

Kapan

~57 M

Akhir perjalanan misi ketiga

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nubuat Agabus
Jawaban tegas Paulus
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tim Paulus & jemaat Kaisarea

Orang-orang yang menyayangi Paulus

P

Kepada

Paulus

Rasul yang bertekad menuju Yerusalem

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

παρακαλέω

parakaleō · begged

memohon, mendesak dengan hati

μὴ ἀναβαίνειν

mē anabainein · not to go up

agar tidak naik

Ἰερουσαλήμ

Ierousalēm · Jerusalem

kota Yerusalem

'Naik' ke Yerusalem bukan kiasan — kota itu memang di dataran tinggi.

Tahukah kamu

Bahkan Lukas pun ikut memohon

Lukas memakai kata 'kami' — termasuk dirinya sendiri yang ikut memohon. Dia jujur bahwa dia pun ingin Paulus mundur.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:12

✕  Sering dikira

"Mereka tak peduli pada Paulus."

✓  Yang sebenarnya

Justru karena sangat sayang, mereka memohon ia berhenti.

✕  Sering dikira

"Permohonan ini dosa."

✓  Yang sebenarnya

Ini ungkapan cinta wajar, walau arahnya beda dari panggilan Paulus.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:12

Terkadang orang yang kita kasihi menasihati kita karena takut, tetapi kita harus bijak membedakan antara kasih manusia dan pimpinan Tuhan. Tetaplah peka pada suara Tuhan.

Tuhan, beri aku hikmat untuk mendengarkan nasihat orang lain tanpa mengabaikan panggilan-Mu dalam hidupku, Amin.