'Allah tidak pilih kasih'

Kisah Para Rasul 10:34

Saat satu kalimat merobohkan tembok

Lalu, Petrus membuka mulutnya dan berkata, “Sekarang, aku benar-benar mengerti bahwa Allah tidak menunjukkan keberpihakan.

Kisah Para Rasul 10:34 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 10:34?

Petrus menyadari bahwa Allah tidak memihak, artinya keselamatan tersedia bagi semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi, tanpa memandang suku atau budaya.

Latar belakang

Pencerahan Petrus

Petrus membuka mulut dan mengakui ia kini sungguh mengerti: Allah tidak pilih kasih. Inilah kesimpulan dari seluruh peristiwa — penglihatan, utusan, perjalanan. Allah tidak menilai orang berdasarkan suku atau status.

Di mana

Kaisarea

Dalam rumah Kornelius, awal khotbah

Kapan

~37 M

Petrus berkhotbah ke non-Yahudi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kornelius siap dengar
Allah berkenan tiap bangsa
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Petrus

Rasul yang mulai berkhotbah pada non-Yahudi

K

Kepada

Kornelius & rumahnya

Non-Yahudi yang siap mendengar Injil

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἐπ’ ἀληθείας καταλαμβάνομαι

ep alētheias katalambanomai · truly understand

sungguh menangkap/mengerti

προσωπολήμπτης

prosōpolēmptēs · partiality

pemandang muka, pilih kasih

ὁ θεὸς

ho theos · God

Allah

Petrus 'sungguh mengerti': Allah bukan 'pemandang muka' — tak menilai dari suku atau wajah.

Tahukah kamu

'Membuka mulut'

Frasa 'membuka mulut' adalah penanda pidato penting dan sungguh-sungguh dalam tulisan Yunani, seperti pembukaan Khotbah di Bukit.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 10:34

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 10:34

✕  Sering dikira

"Allah lebih sayang bangsa tertentu."

✓  Yang sebenarnya

Petrus justru menegaskan Allah sama sekali tidak pilih kasih.

✕  Sering dikira

"Petrus selalu paham hal ini."

✓  Yang sebenarnya

Ia berkata 'sekarang' mengerti — pemahaman ini baru terbuka.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 10:34

Ini mengingatkan kita untuk tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang berhak mendengar kabar baik dan menerima kasih Tuhan.

Bapa, ampunilah aku jika ada sikap pilih kasih dalam diriku; ajar aku untuk melihat setiap orang sebagai berharga di mata-Mu. Amin.