Tiap bangsa yang takut Allah diterima

Kisah Para Rasul 10:35

Saat pintu terbuka untuk semua suku

Namun, di setiap bangsa, orang yang takut akan Dia dan melakukan apa yang benar, berkenan kepada-Nya.

Kisah Para Rasul 10:35 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 10:35?

Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan melakukan kebenaran berkenan kepada-Nya, menunjukkan bahwa hubungan dengan Tuhan lebih penting daripada latar belakang etnis.

Latar belakang

Berkenan dari segala bangsa

Petrus melanjutkan: di setiap bangsa, orang yang takut akan Allah dan berbuat benar berkenan kepada-Nya. Bukan berarti semua agama sama — tapi pintu kepada Allah terbuka bagi orang dari suku mana pun. Kornelius bukti hidupnya.

Di mana

Kaisarea

Dalam rumah Kornelius

Kapan

~37 M

Petrus berkhotbah ke non-Yahudi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Allah tak pilih kasih
Firman kepada Israel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Petrus

Rasul yang berkhotbah pada non-Yahudi

K

Kepada

Kornelius & rumahnya

Non-Yahudi yang siap mendengar Injil

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἔθνει

ethnei · nation

bangsa, suku

φοβούμενος

phoboumenos · fears

takut, menghormati

δεκτὸς

dektos · acceptable

berkenan, diterima

Dari 'setiap bangsa', yang takut Allah 'berkenan' — keterbukaan lintas suku, lewat Kristus.

Tahukah kamu

Bukan universalisme

Petrus tidak bilang semua orang otomatis selamat. Justru ia segera memberitakan Yesus (ayat berikut) sebagai jalannya — pintu terbuka, tapi lewat Kristus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 10:35

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 10:35

✕  Sering dikira

"Semua orang baik otomatis selamat."

✓  Yang sebenarnya

Petrus tetap memberitakan Yesus sebagai jalan; pintu terbuka lewat Kristus.

✕  Sering dikira

"Hanya orang Yahudi berkenan kepada Allah."

✓  Yang sebenarnya

Orang dari setiap bangsa yang takut Allah pun berkenan.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 10:35

Tuhan menghargai ketulusan dan perbuatan benar kita, bukan status atau asal-usul kita. Mari hidup dalam takut akan Tuhan dan melakukan yang benar dalam segala hal.

Ya Tuhan, mampukan aku untuk hidup benar dan takut akan Engkau, sehingga hidupku berkenan kepada-Mu. Amin.