Jabatan yang ditinggalkan Yudas
Kisah Para Rasul 1:25
Memilih Pengganti Yudas
“untuk menerima bagian pelayanan ini dan jabatan rasul, dari Yudas yang telah menyimpang untuk pergi ke tempatnya sendiri.””Kisah Para Rasul 1:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."”Kisah Para Rasul 1:25 · TB
Terjemahan Baru
“(1:24)”Kisah Para Rasul 1:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“untuk melayani sebagai rasul menggantikan Yudas. Karena Yudas sudah pergi ke tempat yang sepantasnya bagi dia.””Kisah Para Rasul 1:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“That he may take part of this ministry and apostleship, from which Judas by transgression fell, that he might go to his own place.”Kisah Para Rasul 1:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 1:25?
Ayat ini menunjukkan para rasul meminta petunjuk Tuhan untuk memilih pengganti Yudas. Mereka tidak memilih sendiri, tetapi menyerahkan keputusan kepada Tuhan yang mengenal hati semua orang. Ini menegaskan bahwa kepemimpinan dalam gereja adalah panggilan ilahi, bukan sekadar keputusan manusiawi.
Latar belakang
Menyebut Yudas dengan jujur
Doa ini menyebut Yudas secara tidak langsung tapi jelas: 'dari Yudas yang telah menyimpang untuk pergi ke tempatnya sendiri.' Ini bukan penghinaan berlebihan, tapi fakta — Yudas meninggalkan jabatannya. Dan jabatan itu perlu diisi kembali.
Di mana
Ruang atas, Yerusalem
Doa komunitas sebelum pembuangan undi
Kapan
~30 M
Sebelum Pentakosta
Yang berbicara
Komunitas
120 orang percaya melanjutkan doa memohon petunjuk
Kepada
Tuhan Allah
Yang dimohon untuk menunjukkan pilihan-Nya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διακονίας
bagian pelayanan · ministry / service
Diakonia = pelayanan aktif. Jabatan rasul bukan gelar pasif tapi tugas konkret yang harus dijalankan.
ἀποστολῆς
jabatan rasul · apostleship
Apostolē = pengutusan, jabatan sebagai utusan. Ini adalah gelar resmi yang menunjukkan otoritas dan tanggung jawab.
τὸν τόπον τὸν ἴδιον
tempatnya sendiri · own place
Topos idios = tempat yang khas miliknya. Ungkapan yang menunjukkan nasib yang menjadi akibat pilihannya sendiri.
Kontras antara 'jabatan rasul' (apostolē) dan 'tempat yang menjadi miliknya' menggambarkan dua jalan: jalan pengabdian yang Matias akan ambil, dan jalan pengkhianatan yang berakhir tragis bagi Yudas.
Tahukah kamu
'Tempatnya sendiri' — ke mana?
Ungkapan 'tempat yang menjadi miliknya' (ton topon ton idion) dalam tradisi Yahudi adalah cara sopan untuk menyebut takdir atau nasib seseorang setelah mati. Beberapa penafsir melihat ini sebagai referensi halus ke neraka — tapi ini masih diperdebatkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 1:25
Yohanes 17:12
Yesus merujuk pada Yudas sebagai 'anak yang binasa' — konsisten dengan 'pergi ke tempatnya sendiri'.
“Selama Aku bersama mereka, Aku melindungi mereka... Tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan untuk binasa.”
Mazmur 109:8
Dasar Alkitab yang dikutip Petrus untuk mengganti Yudas — jabatan yang kosong harus diisi.
“Biarlah hari-harinya sedikit jumlahnya, jabatannya diambil orang lain.”
Galatia 6:7-8
Prinsip umum: pilihan Yudas membawa akibat yang menjadi 'tempatnya sendiri'.
“Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 1:25
✕ Sering dikira
'Yudas pergi ke surga karena ia menyesal.'
✓ Yang sebenarnya
Penyesalan Yudas nyata, tapi ia tidak bertobat dalam arti kembali kepada Yesus — dan Yesus sendiri menyebutnya 'anak yang binasa' (Yohanes 17:12).
✕ Sering dikira
'Jabatan rasul adalah gelar kehormatan tanpa tanggung jawab nyata.'
✓ Yang sebenarnya
Diakonia (pelayanan) + apostolē (pengutusan) menunjukkan jabatan rasul adalah tanggung jawab aktif yang perlu diisi dan dijalankan.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 1:25
Saat kita dihadapkan pada keputusan penting, kita bisa belajar dari para rasul untuk melibatkan Tuhan dalam doa dan meminta hikmat-Nya, bukan hanya mengandalkan penilaian kita sendiri. Tuhan yang mengenal hati kita dan orang lain lebih tahu apa yang terbaik.
Ya Tuhan, Engkau mengenal hati semua orang; tunjukkanlah kepada kami kehendak-Mu dalam setiap pilihan yang kami buat, agar kami dapat melayani sesuai rencana-Mu. Amin.