Undi jatuh kepada Matias

Kisah Para Rasul 1:26

Memilih Pengganti Yudas

Kemudian, para rasul membuang undi di antara mereka dan undian jatuh kepada Matias sehingga ia terhitung bersama dengan kesebelas rasul.

Kisah Para Rasul 1:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 1:26?

Ayat ini menceritakan pengundian yang dilakukan para rasul untuk memilih Matias sebagai rasul pengganti Yudas. Dalam budaya Yahudi, undi dipakai untuk mencari kehendak Tuhan. Hasilnya meneguhkan Matias sebagai rasul yang sah, melengkapi jumlah kedua belas rasul kembali.

Latar belakang

Dua belas kembali genap

Setelah doa, mereka membuang undi — dan undi jatuh kepada Matias. Ia kemudian dihitung bersama dengan kesebelas rasul sehingga genaplah kembali angka dua belas. Setelah ini, tidak ada lagi cerita tentang Matias di Perjanjian Baru — tapi tugasnya nyata: menjadi saksi kebangkitan Yesus.

Di mana

Ruang atas, Yerusalem

Pembuangan undi untuk memilih rasul pengganti Yudas

Kapan

~30 M

Sebelum Pentakosta

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Doa komunitas memohon petunjuk
Pentakosta dan turunnya Roh Kudus
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas (narator)

Mencatat hasil pembuangan undi dan terpilihnya Matias

P

Kepada

Pembaca Lukas

Teofilus dan para pembaca kisah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἔδωκαν κλήρους

membuang undi · cast lots

Klēros = undi, bisa berupa batu, tongkat, atau benda kecil yang dilempar. Dari sinilah kata 'klerus' (pendeta) berasal — dipilih oleh Allah.

ἔπεσεν

jatuh kepada · fell

Piptō = jatuh. Kata sederhana yang menggambarkan mekanisme undi — undi itu jatuh, dan hasilnya adalah keputusan Allah.

συγκατεψηφίσθη

terhitung bersama · numbered with

Sunkatalogidsō = dihitung bersama dalam satu kelompok. Matias secara resmi masuk hitungan dua belas.

Kata klēros (undi) yang menjadi akar kata 'klerus' mengingatkan bahwa jabatan gereja bukan warisan atau pencapaian — tapi dipilih oleh Allah, bahkan melalui cara yang paling sederhana sekalipun.

Tahukah kamu

Melempar undi setelah berdoa — tradisi kuno yang valid

Melempar undi (kleros) adalah cara umum dalam Perjanjian Lama untuk mencari kehendak Allah: dari pembagian tanah Kanaan (Bilangan 26) sampai pemilihan raja Saul (1 Samuel 10). Komunitas ini menggunakan tradisi yang sudah dikenal — dan ini adalah satu-satunya kali dalam Perjanjian Baru yang mencatat penggunaan undi setelah Pentakosta.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 1:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 1:26

✕  Sering dikira

'Membuang undi adalah cara yang tidak rohani dan serampangan.'

✓  Yang sebenarnya

Dalam tradisi Yahudi, undi setelah berdoa adalah cara yang sah dan diakui untuk mencari kehendak Allah — Amsal 16:33 membuktikannya.

✕  Sering dikira

'Paulus seharusnya dipilih sebagai pengganti Yudas, bukan Matias.'

✓  Yang sebenarnya

Paulus tidak memenuhi syarat yang Petrus tetapkan: ia tidak mengikuti Yesus sejak baptisan Yohanes. Perjumpaan Paulus dengan Yesus di jalan Damaskus adalah pengalaman yang berbeda kategori.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 1:26

Kadang kita harus mengambil langkah iman setelah berdoa, meskipun cara yang kita pakai mungkin tidak biasa. Kuncinya adalah hati yang tunduk dan percaya bahwa Tuhan memimpin, bahkan melalui proses yang tampak sederhana atau tidak lazim.

Tuhan, ajarlah kami untuk mempercayai penyertaan-Mu dalam setiap langkah keputusan, dan berikanlah kami keberanian untuk melangkah sesuai pimpinan-Mu. Amin.