Pohon Apel di Hutan
Kidung Agung 2:3
Nyanyian Cinta yang Berani
“Bagaikan pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, seperti itulah kekasihku di antara para jejaka. Aku senang duduk dalam naungannya, dan buahnya manis bagi mulutku.”Kidung Agung 2:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“--Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.”Kidung Agung 2:3 · TB
Terjemahan Baru
“Seperti pohon apel di tengah pohon-pohon di hutan, begitulah kekasihku di antara kaum pria. Aku senang bernaung di bawahnya, buah-buahnya manis rasanya.”Kidung Agung 2:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“As the apple tree among the trees of the wood, so is my beloved among the sons. I sat down under his shadow with great delight, and his fruit was sweet to my taste.”Kidung Agung 2:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 2:3?
Sang mempelai perempuan mengibaratkan kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon hutan. Ini berarti kehadirannya memberikan naungan dan buah yang manis, melambangkan kenyamanan, kasih, dan kepuasan yang ia temukan dalam dirinya.
Latar belakang
Dia Berbicara Tentang Kekasihnya
Sang wanita memuji kekasihnya seperti pohon apel di antara pepohonan hutan, karena pohon apel menghasilkan buah yang manis dan memberikan naungan yang menyenangkan. Dia senang duduk di bawah naungannya dan menikmati buahnya. Ini mencerminkan kenyamanan dan keintiman hubungan mereka.
Di mana
Hutan di pegunungan Efraim, Israel
Di bawah pohon apel · siang hari
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Sang Kekasih (Wanita)
Seorang gadis muda yang sedang jatuh cinta, sekitar awal 20-an.
Kepada
Para Putri Yerusalem (atau pembaca)
Rombongan teman-teman perempuan atau penonton yang diajak berbagi.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תַּפּוּחַ
tappuach · pohon apel
Pohon buah yang harum dan manis, mungkin apel atau aprikot.
צֵל
tsel · naungan
Bayangan yang memberikan perlindungan dan kesejukan.
מָתוֹק
matok · manis
Rasanya manis, juga bisa berarti menyenangkan.
Kata-kata ini menggambarkan pria sebagai sumber kehidupan, perlindungan, dan kenikmatan. Sang wanita merasa aman dan puas dalam pelukan kasihnya, menunjukkan keterikatan yang dalam dan saling.
Tahukah kamu
Pohon Apel di Israel Kuno?
Para ahli berdebat apakah kata 'tappuach' berarti apel atau buah lain seperti aprikot atau quince, karena apel modern tidak umum di Israel kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 2:3
Amsal 25:11
Apel sebagai kebaikan
“Perkataan yang tepat adalah seperti buah apel emas di dalam wadah perak.”
Mazmur 91:1
Naungan Tuhan
“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi akan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.”
Kidung Agung 8:5
Pohon apel & cinta
“Di bawah pohon apel aku membangunkan engkau; di sanalah ibumu mengandung engkau.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 2:3
✕ Sering dikira
Menganggap pohon apel melambangkan Salib Kristus.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks, ini adalah kiasan untuk kekasih manusia, bukan simbol Kristus.
✕ Sering dikira
Mengira 'buahnya manis' merujuk pada hubungan seksual eksplisit.
✓ Yang sebenarnya
Ini lebih tentang kenikmatan emosional dan romantis, bukan hanya seksualitas.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 2:3
Kita semua membutuhkan tempat berlindung dan sesuatu yang memuaskan. Dalam hidup, apakah kita mencari kepuasan dari hal-hal yang sementara, atau dari hadirat Tuhan yang memberi naungan dan buah yang manis? Mari kita berhenti sejenak dan duduk dalam naungan-Nya.
Tuhan, Engkau adalah naungan dan kepuasan jiwaku; tolong aku untuk selalu berlindung dan menikmati hadirat-Mu. Amin.