Firaun menolak mentah-mentah
Keluaran 5:2
Pertarungan Pertama dengan Firaun
“Namun, Firaun berkata, “Siapa itu TUHAN? Apa aku harus taat kepada suara-Nya dan membiarkan orang Israel pergi? Aku tidak kenal TUHAN dan Aku tidak akan membiarkan orang Israel pergi!””Keluaran 5:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."”Keluaran 5:2 · TB
Terjemahan Baru
“"Siapakah TUHAN itu?" tanya raja. "Mengapa aku harus mempedulikan Dia dan mengizinkan bangsa Israel pergi? Aku tidak kenal TUHAN itu, dan orang Israel tidak kuizinkan pergi."”Keluaran 5:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi raja Mesir menjawab, “Siapakah ‘Tuhan’ itu sehingga saya harus mematuhi perintahnya dan membiarkan orang Israel pergi? Saya tidak mengenal ‘Tuhan’, dan saya juga tidak akan membiarkan orang Israel pergi!””Keluaran 5:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Pharaoh said, Who is the LORD, that I should obey his voice to let Israel go? I know not the LORD, neither will I let Israel go.”Keluaran 5:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 5:2?
Firaun merespons dengan meremehkan Tuhan, berkata ia tidak mengenal-Nya dan menolak untuk melepaskan bangsa Israel. Ini menunjukkan kesombongan dan ketidaktahuan akan otoritas Tuhan.
Latar belakang
Tantangan langsung ke wibawa Allah
Jawaban Firaun bukan sekadar penolakan birokrasi — dia mempertanyakan siapa TUHAN itu. Di Mesir, Firaun sendiri adalah dewa, dan tidak ada dewa asing yang bisa memerintahnya. Ini benturan dua klaim kedaulatan tertinggi.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Aula singgasana · penolakan tegas
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Firaun
Raja Mesir, dianggap dewa oleh rakyatnya
Kepada
Musa & Harun
Utusan Allah Israel di hadapan Firaun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִי
mi · siapa
Kata tanya Ibrani untuk identitas — Firaun bukan bertanya untuk belajar, tapi meremehkan: 'siapa dia pikir dia bisa memerintah saya?'
שָׁמַע
shama' · taat
Secara harfiah 'mendengar' — dalam konteks otoritas berarti 'tunduk kepada'; Firaun menolak untuk 'mendengarkan' suara TUHAN.
יָדַע
yada' · kenal
Bukan sekadar tahu nama — yada' berarti 'mengenal secara pribadi dan akrab'; Firaun mengklaim tidak punya hubungan apapun dengan Allah Israel.
Tiga kata — 'siapa', 'taat', 'kenal' — menggambarkan penolakan total Firaun: dia tidak mengakui identitas, otoritas, maupun hubungan dengan Allah Israel. Inilah inti konflik seluruh Keluaran.
Tahukah kamu
Firaun sebagai dewa hidup
Dalam teologi Mesir kuno, Firaun adalah penjelmaan dewa Horus saat hidup dan Osiris saat mati. Maka ketika dia berkata 'Siapa itu TUHAN?' itu bukan pertanyaan tulus — itu tantangan status: tidak ada dewa yang di atas saya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 5:2
Keluaran 9:14
Firaun akhirnya tahu siapa TUHAN
“sebab kali ini Aku akan mengirimkan semua tulah-Ku kepada dirimu sendiri, dan kepada para pelayanmu, dan kepada rakyatmu, supaya kamu tahu bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi.”
Mazmur 135:9
Allah membuktikan diri
“Dia mengirimkan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat ke tengah-tengahmu, hai Mesir, kepada Firaun dan semua hambanya.”
Roma 9:17
tujuan penolakan Firaun
“Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun, 'Untuk inilah aku membangkitkan kamu, supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalammu dan supaya nama-Ku diberitakan di seluruh bumi.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 5:2
✕ Sering dikira
"Firaun mungkin tidak pernah dengar tentang Allah Israel"
✓ Yang sebenarnya
Bangsa Israel sudah ratusan tahun di Mesir — Firaun pasti tahu ada Allah yang mereka sembah; dia menolak mengakui otoritas-Nya.
✕ Sering dikira
"Ini hanya kesombongan pribadi Firaun"
✓ Yang sebenarnya
Penolakan ini adalah pernyataan teologis: dalam sistem Mesir, Firaun-lah yang berkuasa tertinggi, bukan dewa asing.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 5:2
Ketika orang tidak mengenal Tuhan, mereka mungkin meremehkan kuasa-Nya. Kita dipanggil untuk memperkenalkan-Nya melalui hidup dan perkataan kita.
Tuhan, mampukan aku untuk menjadi saksi-Mu bagi mereka yang belum mengenal-Mu, dengan kasih dan kesabaran. Amin.