TUHAN bermaksud membunuh Musa di tempat bermalam
Keluaran 4:24
Tongkat, Tanda, dan Tugas
“Dalam perjalanannya, di suatu tempat bermalam, TUHAN menjumpainya dan bermaksud untuk membunuhnya.”Keluaran 4:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.”Keluaran 4:24 · TB
Terjemahan Baru
“Di suatu tempat berkemah dalam perjalanan itu, TUHAN datang kepada Musa dan mau membunuhnya.”Keluaran 4:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dalam perjalanan ke Mesir itu, ketika mereka sedang berkemah pada suatu malam, TUHAN menemui Musa dan bermaksud membunuhnya.”Keluaran 4:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass by the way in the inn, that the LORD met him, and sought to kill him.”Keluaran 4:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 4:24?
Dalam perjalanan, Tuhan berhadapan dengan Musa dan berusaha membunuhnya. Ini adalah peristiwa yang membingungkan, tetapi secara tradisional dianggap karena Musa belum menyunat anaknya, yang merupakan tanda perjanjian dengan Allah.
Latar belakang
Insiden misterius: TUHAN ingin membunuh Musa
Ini salah satu ayat paling misterius dalam seluruh Alkitab. Musa baru saja mendapat mandat ilahi dan dalam perjalanan melaksanakannya — lalu TUHAN bermaksud membunuhnya. Tradisi Yahudi umumnya menafsirkan ini karena Musa belum menyunat anaknya, melalaikan perjanjian yang diberikan kepada Abraham (Kej. 17).
Di mana
Tempat bermalam di perjalanan menuju Mesir
Penginapan di padang malam hari · suasana gawat dan tak terduga
Kapan
~1446 SM
Perjalanan kembali ke Mesir
Yang berbicara
Narator Kitab Keluaran
Penulis Taurat yang mencatat insiden misterius ini
Kepada
Pembaca Taurat
Bangsa Israel yang belajar sejarah pembebasan mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיְבַקֵּשׁ
vayevaqesh · bermaksud
Dari baqash (בָּקַשׁ) — mencari atau berusaha melakukan; kata yang sama untuk mencari seseorang dengan niat; di sini dipakai untuk niat ilahi.
הֲמִיתוֹ
hamito · membunuhnya
Dari mut (מות, mati) — membunuh; pronominanya ambigu dalam bahasa Ibrani — bisa 'membunuh Musa' atau 'membunuh anak Musa.'
בַּמָּלוֹן
bammalon · tempat bermalam
Dari lun (לוּן) — penginapan sementara di perjalanan; teks tidak menyebut nama tempat, memperkuat suasana misterius.
Ambiguitas pronomin 'membunuhnya' dalam bahasa Ibrani disengaja atau tidak, tapi menghasilkan ketegangan naratif yang mendorong pembaca mencari makna lebih dalam dari sekedar literal.
Tahukah kamu
Insiden ini hanya tiga ayat, tapi tafsirnya ribuan halaman
Keluaran 4:24-26 adalah salah satu teks paling banyak dikomentari dalam sejarah tafsir Yahudi dan Kristen. Para rabi menghabiskan ratusan halaman untuk menjelaskan 'siapa yang bermaksud dibunuh' (Musa? anaknya?), dan 'siapa yang dimaksud sebagai mempelai darah.'
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 4:24
Kejadian 17:14
pelanggaran perjanjian sunat
“Anak laki-laki yang tidak bersunat, yang tidak disunat daging kulup khitannya, jiwa itu akan disingkirkan dari antara orang-orangnya.”
Keluaran 12:48
sunat sebagai syarat mutlak
“Jika orang asing... ingin merayakan Paskah bagi TUHAN, hendaklah semua laki-laki disunat... lalu bolehlah ia turut merayakannya.”
Yosua 5:2-3
sunat harus dilakukan sebelum misi
“TUHAN berfirman kepada Yosua: 'Buatlah pisau dari batu api dan sunatlah kembali orang Israel.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 4:24
✕ Sering dikira
Allah berubah pikiran dan ingin membatalkan misi Musa
✓ Yang sebenarnya
Allah menuntut ketaatan penuh, termasuk dalam hal-hal perjanjian pribadi seperti sunat — misi besar tidak menggantikan kewajiban perjanjian.
✕ Sering dikira
Ini adalah iblis yang menyerang Musa, bukan TUHAN
✓ Yang sebenarnya
Teks dengan jelas menyebut TUHAN (YHWH) — meskipun ini tampak aneh, teks tidak menyembunyikan fakta bahwa ini inisiatif Allah.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 4:24
Tuhan memandang serius perjanjian dan ketaatan. Dalam hidup kita, ada 'sunat hati' yang perlu dibereskan—hal-hal yang kita abaikan yang bisa menjadi penghalang dalam perjalanan kita bersama Tuhan.
Tuhan, periksa hatiku dan tunjukkanlah area di mana aku perlu taat sepenuhnya kepada-Mu, agar perjalanan ku bersama-Mu berkenan. Amin.