Perintah kepada Firaun: lepaskan anakku atau anakmu mati
Keluaran 4:23
Tongkat, Tanda, dan Tugas
“Karena itu, Aku berfirman kepadamu untuk melepaskan anak-Ku supaya mereka dapat melayani-Ku. Jika kamu menolak untuk membiarkannya pergi, lihatlah, Aku akan membunuh anakmu, anak sulungmu.’””Keluaran 4:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."”Keluaran 4:23 · TB
Terjemahan Baru
“dan engkau sudah Kuperintahkan untuk mengizinkan anak-Ku itu pergi supaya ia dapat berbakti kepada-Ku, tetapi engkau menolak. Sekarang Aku akan membunuh anakmu yang sulung.'"”Keluaran 4:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku sudah menyuruhmu untuk membiarkan anak-Ku itu pergi menyembah-Ku. Tetapi karena kamu menolak, maka Aku akan membunuh anakmu yang sulung!’””Keluaran 4:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I say unto thee, Let my son go, that he may serve me: and if thou refuse to let him go, behold, I will slay thy son, even thy firstborn.”Keluaran 4:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 4:23?
Allah menyampaikan peringatan kepada Firaun: jika dia tidak membiarkan Israel pergi, maka anak sulungnya akan mati. Ini menunjukkan seriusnya tuntutan Allah dan konsekuensi dari ketidaktaatan.
Latar belakang
Ultimatum pertama: lepaskan atau terima konsekuensinya
Allah sudah menyatakan akhir ceritanya sebelum tulah-tulah dimulai: jika Firaun menolak, anak sulungnya akan mati. Ini bukan ancaman impulsif — ini adalah peringatan yang adil dan simetris. Firaun diberitahu terlebih dahulu tentang konsekuensi penolakannya, sehingga tidak bisa klaim ia tidak tahu.
Di mana
Dalam perjalanan dari Midian ke Mesir
Pesan ilahi sebelum tiba di Mesir
Kapan
~1446 SM
Perjalanan kembali ke Mesir
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel yang menyampaikan ultimatum kepada Firaun
Kepada
Firaun (melalui Musa)
Raja Mesir yang akan menolak perintah Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַאֲהַרְגֵהוּ
va'ahargehu · membunuh
Dari haraq (הָרַג) — membunuh; kata yang kuat dan langsung, tidak ada eufemisme; Allah berbicara dengan jelas tentang konsekuensinya.
בִּנְךָ
binkha · anakmu
Anakmu — paralel langsung dengan 'anakku' di ayat 22; kontrast simetris yang disengaja oleh Allah.
מָאַנְתָּ
ma'anta · menolak
Dari ma'an (מָאַן) — menolak keras, berkeras hati menolak; ini bukan ketidaktahuan tapi penolakan aktif dan disengaja.
Struktur ayat 22-23 adalah kiasma yang indah dan mengerikan: anakku (Israel) → lepaskan → menolak → anakmu (Mesir) akan mati; keadilan ilahi adalah cermin.
Tahukah kamu
Tulah ke-10 sudah diumumkan sebelum tulah pertama
Menariknya, Allah mengumumkan hukuman terakhir (kematian anak sulung) kepada Musa bahkan sebelum tulah pertama dilakukan. Ini menunjukkan bahwa tulah-tulah bukanlah reaksi spontan Allah yang frustrasi — itu adalah rencana yang sudah diatur dengan jelas dari awal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 4:23
Keluaran 12:29
ancaman ini digenapi
“Pada tengah malam TUHAN memukul semua anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun... hingga anak sulung tahanan.”
Galatia 3:13
anak sulung menanggung konsekuensi
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan menjadi kutuk bagi kita.”
Ibrani 11:28
perlindungan dari tulah anak sulung
“Karena iman, Musa merayakan Paskah dan memercikkan darah supaya dia yang membinasakan anak-anak sulung tidak menjamah mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 4:23
✕ Sering dikira
Allah bertindak kejam dengan membunuh anak sulung yang tidak bersalah
✓ Yang sebenarnya
Dalam teologi Ibrani, anak sulung Firaun merepresentasikan masa depan sistem yang menolak Allah dan menindas umat-Nya; hukuman ini adalah keadilan yang proporsional.
✕ Sering dikira
Firaun tidak diperingatkan tentang konsekuensi penolakannya
✓ Yang sebenarnya
Allah melalui Musa sudah menyampaikan peringatan ini sejak awal — Firaun menerima kesempatan berulang kali untuk bertobat.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 4:23
Tuhan memberi peringatan karena kasih, bukan karena hukuman. Kita harus mengindahkan peringatan-Nya dan tidak mengeraskan hati, karena ada konsekuensi dari pilihan kita.
Ya Tuhan, buka hatiku untuk mendengarkan peringatan-Mu dan beri aku kepekaan untuk bertobat dan taat. Amin.