Zipora menyunat anaknya dan menyentuh kaki Musa

Keluaran 4:25

Tongkat, Tanda, dan Tugas

Kemudian, Zipora mengambil batu tajam untuk mengerat kulit khitan anaknya, dan dia melemparkannya ke kaki Musa, katanya, “Sesungguhnya, kamu adalah mempelai darah bagiku.”

Keluaran 4:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Keluaran 4:25?

Zipora, istri Musa, mengambil batu tajam dan menyunat anaknya, lalu melemparkan kulit khitan itu ke kaki Musa sambil berkata, 'Sesungguhnya, kamu adalah mempelai darah bagiku.' Tindakan ini menyelamatkan Musa dari murka Tuhan, karena sunat adalah tanda perjanjian yang harus dipenuhi.

Latar belakang

Zipora bertindak: menyunat anak, menyelamatkan suami

Dalam situasi genting, Zipora — seorang perempuan Midian, bukan Israel — yang mengambil tindakan. Ia mengambil batu tajam dan menyunat anaknya, lalu menyentuh 'kaki' Musa dengan kulup anak itu sambil berkata 'mempelai darah.' Tindakannya menyelamatkan Musa dari ancaman ilahi.

Di mana

Tempat bermalam di perjalanan menuju Mesir

Penginapan di padang malam hari · tindakan darurat mendesak

Kapan

~1446 SM

Perjalanan kembali ke Mesir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
TUHAN bermaksud membunuh di tempat bermalam
TUHAN membiarkan Musa setelah sunat dilakukan
Kamu di sini
Z

Yang berbicara

Zipora

Istri Musa, putri Yitro imam Midian

M

Kepada

Musa

Nabi yang hampir meninggal karena kelalaian perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֲתַן דָּמִים

chatan damim · mempelai darah

Mempelai/pengantin darah — ungkapan misterius; chatan bisa berarti calon menantu atau suami; damim = darah-darah (jamak).

צֹר

tzor · batu tajam

Batu api atau batu obsidian — digunakan untuk menyunat secara tradisional; lebih tajam dari banyak logam di zaman kuno.

לְרַגְלָיו

leraglaiv · kakinya

Harfiah 'pada kakinya' — beberapa penafsir memahami ini sebagai eufemisme; tapi bisa juga literal, sebagai tindakan ritual perjanjian.

Istilah 'mempelai darah' menggabungkan hubungan perkawinan dengan darah perjanjian sunat — Zipora memahami bahwa menjadi suami perjanjian Allah membutuhkan ketaatan pada tanda perjanjian itu.

Tahukah kamu

Batu tajam, bukan pisau logam

Zipora memakai 'batu tajam' (tzur) untuk menyunat — batu api atau batu obsidian. Ini adalah tradisi kuno yang dipertahankan bahkan ketika alat logam sudah tersedia. Yosua juga diperintahkan memakai 'pisau batu' (Yos. 5:2) — ada kesengajaan ritual di sini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 4:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Keluaran 4:25

✕  Sering dikira

Zipora melakukan hal yang salah dengan menyunat anaknya sendiri

✓  Yang sebenarnya

Tindakan Zipora menyelamatkan situasi — Allah berhenti setelah sunat dilakukan; tindakannya diterima dan efektif.

✕  Sering dikira

'Mempelai darah' adalah kutukan Zipora kepada Musa

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pernyataan identitas perjanjian — Musa kini menjadi 'mempelai darah' yaitu suami yang diikat melalui darah sunat.

Renungan

Renungan Singkat Keluaran 4:25

Terkadang pasangan atau orang terdekat kita harus mengambil tindakan tegas untuk ketaatan rohani. Zipora menunjukkan keberanian dan kesetiaan pada perintah Tuhan, mengingatkan kita bahwa ketaatan bisa datang dari orang yang kita kasihi.

Tuhan, berikan aku keberanian untuk taat pada-Mu bahkan saat itu sulit, dan sadarkan aku akan pentingnya tanda perjanjian-Mu dalam hidupku. Amin.