Domba jantan pertama dan penumpangan tangan
Keluaran 29:15
Ritual Penahbisan Harun dan Anak-anaknya
“Kemudian, kamu harus mengambil seekor domba jantan, lalu Harun dan anak-anaknya harus meletakkan tangan mereka di kepala domba itu.”Keluaran 29:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang satu, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu. Keluaran 29.16–20 148”Keluaran 29:15 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian ambillah salah seekor dari domba jantan itu. Harun dan anak-anaknya harus meletakkan tangan mereka di atas kepala binatang itu.”Keluaran 29:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Kemudian ambillah salah satu dari kedua domba jantan, dan suruhlah Harun serta anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala domba itu.”Keluaran 29:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt also take one ram; and Aaron and his sons shall put their hands upon the head of the ram.”Keluaran 29:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 29:15?
Ayat ini memerintahkan untuk mengambil seekor domba jantan sebagai persembahan penahbisan, di mana Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan di atas kepalanya. Tindakan ini melambangkan identifikasi dengan korban, memindahkan dosa atau mengalihkan berkat, dan menandakan penyerahan diri kepada Tuhan.
Latar belakang
Beralih ke domba jantan pertama sebagai kurban bakaran
Setelah sapi jantan kurban dosa selesai, upacara beralih ke domba jantan pertama dari dua yang sudah disiapkan. Sama seperti sapi, Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan di kepala domba ini. Tapi domba ini akan diperlakukan berbeda dari sapi — ini adalah kurban bakaran (olah), bukan kurban dosa.
Di mana
Gunung Sinai
Di depan Kemah Suci · upacara beralih ke domba jantan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara kepada Musa di Sinai
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַיִל
ayil · domba jantan
Domba jantan dewasa — hewan yang kuat dan berharga, dipakai untuk kurban bakaran dan kurban penahbisan imam.
וְסָמְכוּ
vesamchu · meletakkan tangan mereka
Mereka menumpangkan — bentuk jamak menunjukkan semua imam (Harun dan keempat putranya) melakukan ini bersama-sama.
רֹאשׁ
rosh · kepala
Kepala — titik kontak dalam ritual penumpangan tangan, menandai tempat transfer identitas dan dosa.
Vesamchu (mereka semua menumpangkan) menunjukkan tindakan kolektif: seluruh kelompok imam mengidentifikasikan diri bersama-sama dengan ayil (domba jantan) ini — ini bukan ritual pribadi tapi komunal.
Tahukah kamu
Dua domba jantan untuk dua fungsi berbeda
Dua domba jantan dalam upacara ini punya peran yang berbeda: yang pertama (ayat 15-18) adalah kurban bakaran yang seluruhnya dibakar untuk Allah. Yang kedua (ayat 19-28) adalah domba penahbisan yang sebagian dimakan oleh imam. Keduanya bersama sapi jantan membentuk tiga tahap ritual penahbisan yang lengkap.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 29:15
Imamat 1:4
menumpangkan tangan
“"Ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya itu menjadi tanda perkenanan, untuk mengadakan pendamaian baginya."”
Yohanes 1:29
domba untuk dosa
“"...Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."”
Imamat 8:18
domba bakaran
“"Lalu dibawalah domba jantan untuk korban bakaran...Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu."”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 29:15
✕ Sering dikira
Domba jantan pertama ini sama fungsinya dengan sapi jantan sebelumnya
✓ Yang sebenarnya
Sapi jantan adalah kurban penghapus dosa (chatat); domba jantan pertama ini adalah kurban bakaran (olah) — seluruhnya dibakar untuk Allah sebagai persembahan penyerahan diri.
✕ Sering dikira
Ritual ini sudah selesai dengan sapi jantan
✓ Yang sebenarnya
Upacara penahbisan melibatkan tiga hewan berbeda: sapi jantan, domba jantan pertama (bakaran), dan domba jantan kedua (penahbisan).
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 29:15
Meletakkan tangan juga bisa berarti mengidentifikasi diri dengan Kristus, yang adalah korban sempurna bagi dosa kita. Kita perlu menyadari bahwa kita telah 'ditumpangi tangan' oleh Yesus dan menerima pengampunan-Nya.
Ya Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadi korban bagiku. Tolong aku untuk hidup dalam identitas baru-Mu, Amin.