Jala perunggu di bawah mazbah
Keluaran 27:4
Pelataran dan Mazbah Suci
“Kamu harus membuat jala-jala dari perunggu dan pada jala-jala itu kamu harus membuat empat gelang perunggu pada empat sudutnya.”Keluaran 27:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Haruslah engkau membuat untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga, dan pada jala-jala itu haruslah kaubuat empat gelang tembaga pada keempat ujungnya.”Keluaran 27:4 · TB
Terjemahan Baru
“Buatlah anyaman kawat dari perunggu dan pasanglah empat gelang untuk kayu pengusung pada keempat sudut bawahnya.”Keluaran 27:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Buatlah alas yang berlubang-lubang dari perunggu tebal untuk menahan kayu bakar. Posisi alas itu di dalam mezbah adalah setengah dari tinggi mezbah. Dan di bagian luar mezbah, pasanglah empat gelang dari perunggu pada setiap sudutnya sebagai tempat untuk memasukkan dua tongkat pengusung.”Keluaran 27:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt make for it a grate of network of brass; and upon the net shalt thou make four brasen rings in the four corners thereof.”Keluaran 27:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 27:4?
Mazbah harus memiliki jala-jala (kisi-kisi) dari perunggu dengan empat gelang perunggu di sudutnya. Jala ini berfungsi untuk menahan korban dan memudahkan abu jatuh, juga tempat untuk memasukkan tongkat pengusung.
Latar belakang
Jala perunggu — inovasi konstruksi mazbah
Allah memerintahkan pembuatan jala atau kisi-kisi perunggu yang dipasang di tengah mazbah. Jala ini memiliki empat gelang perunggu di sudut-sudutnya. Fungsi teknis jala ini masih diperdebatkan — ada yang berpendapat sebagai penyangga (rak) untuk menaruh kayu bakar dan korban, ada yang menyebutnya sebagai sirkulasi udara untuk membantu pembakaran. Yang jelas, ini adalah komponen struktural penting yang dirancang secara cermat.
Di mana
Gunung Sinai, Semenanjung Sinai
Di puncak Sinai · dalam awan kemuliaan Allah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran — Wahyu di Sinai
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara kepada Musa di Sinai
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִכְבָּר
mikhbar · jala-jala
Kisi-kisi atau jeruji perunggu — dari akar kata yang berarti 'banyak/berlipat', menggambarkan pola jalinan.
טַבְּעֹת
tabe'ot · gelang
Cincin atau gelang untuk memasang komponen — digunakan berulang dalam deskripsi Kemah Suci.
קְצֹתָיו
qetzotav · sudutnya
Ujung-ujung atau sudut — menunjukkan gelang dipasang di titik struktural paling kritis.
Jala dengan gelang di empat sudut menggambarkan sistem yang terhubung secara struktural — setiap bagian Kemah Suci dirancang untuk saling mendukung, bukan berdiri sendiri.
Tahukah kamu
Belum ada arkeologi yang menemukan mazbah ini
Meskipun deskripsinya sangat detail, belum ada arkeolog yang berhasil menemukan fisik mazbah Kemah Suci Musa — sebagian karena bahan kayu dan perunggu terurai, dan Kemah Suci adalah bangunan portabel yang dipindah-pindah selama 40 tahun.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 27:4
Keluaran 38:4
Pelaksanaan jala
“Ia juga membuat kisi-kisi dari tembaga di bawah pinggiran mezbah, dari bawah sampai setengah tinggi mezbah.”
1 Raja-raja 7:18
Motif jala
“Ia membuat delima-delima dalam dua baris mengelilingi jala-jala itu untuk menutup kepala-kepala tiang.”
Yehezkiel 40:22
Struktur Bait Allah
“Jendela-jendelanya, tiang-tiangnya, dan tanaman paumnya sama besarnya dengan gerbang yang menghadap ke timur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 27:4
✕ Sering dikira
Jala ini hanya dekorasi artistik
✓ Yang sebenarnya
Jala perunggu adalah komponen struktural fungsional — kemungkinan besar berfungsi sebagai penyangga atau sistem ventilasi untuk pembakaran korban.
✕ Sering dikira
Gelang di sudutnya untuk menggantung tirai
✓ Yang sebenarnya
Gelang pada jala berfungsi untuk mengaitkan jala ke badan mazbah dan juga untuk memasang tongkat pengusung.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 27:4
Jala-jala menahan korban yang dibakar. Kita pun butuh 'jala' atau komunitas iman yang menahan kita, terutama saat kita merasa 'terbakar' oleh masalah. Jangan menanggung beban sendirian, bergabunglah dan saling topang.
Tuhan, terima kasih untuk komunitas iman yang menopangku. Ajarlah aku untuk saling menjaga dan menguatkan, seperti jala yang menahan korban di atas mazbah. Amin.