Perkara Titipan di Hadapan Allah
Keluaran 22:8
Hukum Keadilan di Padang
“Jika pencurinya tidak tertangkap, pemilik rumah itu harus dibawa ke hadapan Allah untuk mengetahui apakah dia telah mengulurkan tangannya atas barang-barang temannya itu.”Keluaran 22:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jika pencuri itu tidak terdapat, maka tuan rumah harus pergi menghadap Allah untuk bersumpah, bahwa ia tidak mengulurkan tangannya mengambil harta kepunyaan temannya. Keluaran 22.9–12 108”Keluaran 22:8 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kalau pencurinya tidak ditemukan, orang yang dititipi itu harus dibawa ke tempat ibadat, dan di situ ia harus bersumpah bahwa ia tidak mencuri barang yang dititipkan padanya.”Keluaran 22:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, jika pencurinya tidak tertangkap, maka pemilik rumah harus menghadap para hakim di kemah-Ku agar mereka menentukan apakah dia pelaku pencurian itu atau bukan.”Keluaran 22:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If the thief be not found, then the master of the house shall be brought unto the judges, to see whether he have put his hand unto his neighbour’s goods.”Keluaran 22:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 22:8?
Jika pencuri tidak ditemukan, pemilik rumah harus menghadap Allah (mungkin melalui imam atau hakim) untuk menentukan kesalahan. Ini menunjukkan bahwa kasus yang tidak jelas harus diserahkan kepada Tuhan, yang mengetahui kebenaran. Tidak ada asumsi bersalah tanpa bukti.
Latar belakang
Kalau pencurinya tidak tertangkap, siapa disalahkan?
Jika pencuri tidak bisa ditemukan, perkara dibawa ke hadapan Allah — kemungkinan besar berarti ke depan tempat ibadah atau ke hadapan imam. Di sana pemilik rumah bersumpah di hadapan Allah bahwa dia tidak menggelapkan titipan itu sendiri.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai · sistem pengadilan berbasis tempat suci
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, menyampaikan hukum lewat Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֶל־הָאֱלֹהִים
el-haElohim · dibawa ke hadapan Allah
Ke hadapan Allah — bisa merujuk pada hakim ilahi atau tempat ibadah sebagai lembaga pengadilan
שָׁלַח יָדוֹ
shalach yado · mengulurkan tangannya
Idiom Ibrani untuk 'melakukan kejahatan terhadap' atau 'menggelapkan'
מְלֶאכֶת רֵעֵהוּ
melekhet re'ehu · barang-barang temannya
Harta atau barang milik sesama — 're'ehu' berarti tetangga atau teman dekat
Frasa 'mengulurkan tangan' (shalach yado) adalah idiom yang kuat — menggambarkan tindakan aktif mengambil yang bukan hakmu. Membawa perkara ke 'hadapan Allah' mengakui bahwa kebenaran yang tersembunyi dari manusia tetap terlihat oleh-Nya.
Tahukah kamu
Sumpah di tempat suci sebagai pengadilan terakhir
Di budaya Timur Dekat Kuno, sumpah di hadapan dewa dianggap mengikat secara hukum — orang percaya dewa akan menghukum sumpah palsu. Ini bukan sekadar formalitas, tapi mekanisme hukum yang punya gigi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 22:8
Ulangan 19:17
pengadilan di hadapan Tuhan
“Maka kedua orang yang berperkara itu harus menghadap TUHAN, di depan para imam dan hakim yang bertugas pada waktu itu.”
Ibrani 6:16
sumpah sebagai penyelesaian
“Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu jaminan yang mengakhiri segala bantahan.”
Amsal 21:2
Allah melihat kebenaran
“Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHAN menguji hati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 22:8
✕ Sering dikira
"Pemilik rumah pasti dianggap bersalah"
✓ Yang sebenarnya
Tujuan prosedur ini justru untuk menentukan siapa yang bersalah — hasilnya bisa membebaskan pemilik rumah
✕ Sering dikira
"'Hadapan Allah' berarti langsung ke surga"
✓ Yang sebenarnya
Secara praktis ini merujuk ke proses pengadilan formal di tempat suci atau di hadapan imam sebagai wakil Allah
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 22:8
Dalam konflik yang tidak jelas, kita bisa membawanya kepada Tuhan dalam doa. Jangan terburu-buru menghakimi orang lain. Serahkan kepada Tuhan yang melihat hati manusia.
Tuhan, Engkau adalah Hakim yang adil. Ajari kami untuk bersabar dan mempercayakan perkara yang tidak jelas kepada-Mu, bukan menuduh tanpa bukti. Amin.